SURYA.CO.ID SURABAYA - Pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 15:30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi sorotan.
Dukungan Bonek di media sosial menegaskan harapan besar agar Bajol Ijo meraih kemenangan penuh dan menjaga konsistensi performa.
Akun seputarpersebaya.27 menulis, “Bismillah sapu bersih dan finish 4 besar.”
Pengguna ranzre juga menunjukkan fokus suporter pada target kemenangan penuh di setiap laga tersisa. “3 point semua bismillah,” tulisnya
Komentar dari mashanstilyoman berharap pentingnya konsistensi hingga akhir musim. “Semoga meraih poin penuh untuk laga di bulan terakhir pekan ini aminnn,” tulisnya.
Baca juga: Jadwal Persebaya Surabaya vs PSBS Biak, Bajol Ijo Targetkan Tiga Poin
Suporter maul_scholes bahkan menyebut rivalitas dan motivasi tambahan bagi Bajol Ijo. “Musuhmu tim babah semua, ayo menang.”
Akun frhandityaa menulis singkat, “Tuntaskan joll.”
Komentar dari biasadipanggilseho juga mempertegas keyakinan bahwa Persebaya harus menyapu bersih laga tersisa. berbunyi, “Bismillah sapu bersih ya.”
Dukungan Bonek di media sosial menjadi energi tambahan bagi tim.
Kemenangan atas Arema juga menjadi modal penting.
Baca juga: Harga Tiket Persebaya Surabaya vs PSBS Biak, Mulai Rp 75 Ribu HIngga Rp 270.000
“Para pemain melakukan pekerjaan yang baik. Terima kasih kepada mereka dan suporter yang selalu mendukung,” ujar Bernado Tavares seusai laga melawan Arema kemarin.
Dengan dukungan penuh, Persebaya diharapkan mampu menjaga tren positif. Laga melawan PSBS Biak menjadi kesempatan untuk membuktikan konsistensi.
Pertandingan melawan PSBS Biak akan digelar Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 15:30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga siang menuju sore ini menuntut adaptasi fisik lebih tinggi.
Persebaya diprediksi akan mencoba mengambil kendali sejak awal. Bermain di waktu siang sering kali membuat tim tuan rumah berusaha memaksimalkan momentum lebih cepat.
PSBS Biak berada dalam kondisi genting dengan hanya 18 poin dari 30 pertandingan. Kekalahan telak 0-7 dari Malut United menjadi pukulan besar bagi mental tim.
Delapan kekalahan beruntun membuat krisis semakin nyata. Kepercayaan diri pemain semakin menipis dari laga ke laga.
Secara matematis, peluang bertahan memang belum tertutup. Namun, jarak 11 poin dari zona aman membuat skenario sulit diwujudkan.
Pelatih Marian Mihail mencoba memberi kesempatan kepada pemain yang jarang tampil. “Kami ingin melihat siapa yang bisa membantu tim di masa depan,” katanya.
Dengan empat laga tersisa, PSBS hanya bisa mencapai maksimal 30 poin. Namun, tren performa membuat peluang itu semakin kecil.
Laga melawan Persebaya bisa menjadi vonis degradasi lebih cepat. Jika kalah, mereka dipastikan turun kasta.
Tekanan mental menjadi lawan terbesar PSBS. Situasi ini membuat harapan bertahan lebih bergantung pada keajaiban.
“Situasi memang sulit, tetapi kami tetap berusaha. Pemain harus menunjukkan kebanggaan meski hasil tidak sesuai harapan,” ujar Mihail.
Sementara itu, Persebaya berada dalam kondisi sebaliknya. Kemenangan atas Arema menjadi bukti efektivitas serangan meski kalah statistik penguasaan bola.
Bernardo Tavares menilai mentalitas tim menjadi faktor utama. “Mentalitas dan sikap pemain tetap sama, fokus memenangkan pertandingan,” katanya.
Dukungan Bonek dan Bonita dari Surabaya juga menjadi energi tambahan. Meski tidak hadir langsung, semangat mereka terasa di lapangan.
Persebaya kini berada di posisi enam besar klasemen dengan peluang menjaga asa bersaing di papan atas. Konsistensi menjadi kunci.
Laga melawan PSBS Biak menjadi kesempatan bagi Bajol Ijo untuk mempertegas tren positif dan menjaga momentum hingga akhir musim.