Renungan Harian Kristen 1 Yohanes 3:15-16, Membenci Saudara Adalah Pembunuh
Alpen Martinus May 01, 2026 06:22 PM

TRIBUNIMANADO.CO.ID- Renungan harian Kristen kali ini berjudul Membenci Saudara Adalah Pembunuh.

Bacaan Alkitab dalam 1 Yohanes 3:15-16.

Pembunuhan adalah musuh kebaikan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Yohanes 3:13, Orang Baik Dibenci Dunia

Tuhan sangat membenci pembunuhan.

Pembunuh tidak ada tempatnya di hadapan Tuhan.

Seperti yang terjadi kepada manusia di awal mula penciptaannya.

Yakni yang dilakukan si anak sulung manusia pertama Adam, bernama Kain.

Dia membunuh adik kandungnya, Habel.

Perbuatan ini sangat ditentang oleh Tuhan.

Apalagi hal itu terjadi dalam kehidupan keluarga.

Itulah sebabnya Allah menghukum Kain.

Allah sangat mengasihi keluarga.

Allah ingin keluarga atau manusia hidup baik dan damai dengan sesamanya, apalagi keluarga atau saudaranya sendiri.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk hidup saling mengasihi, dimulai dari lingkungan keluarga atau saudara-saudaranya sendiri.

Ini bukan hanya dia ajarkan dalam perkataan, tapi dalam teladan.

Bahkan Yesus merelakan diri-Nya dikorbankan untuk kebaikan dan keselamatan umat manusia.

Tuhan menghendaki kita hidup saling mengasihi bahkan rela berkorban apapun, termasuk nyawa untuk kebaikan dan terutama keselamatan sesama.

Kita diajarkan untuk hidup saling mengasihi, saling menolong dan memperlengkapi antara satu dengan yang lain, sehingga kita hidup dan tumbuh bersama dalam Kristus.

Tidak boleh saling membenci antara satu dengan yang lain.

Harus saling mengasihi. Siapa yang membenci saudaranya, adalah pembunuh.

Pembunuh adalah kekejian bagi Tuhan. Dia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

Pembenci tetaplah pembenci.

Pembunuh tetaplah seorang penjahat dan pantas mendapatkan hukuman yang layak sesuai pelanggaran yang dilakukannya. 

Allah itu adalah kasih adanya. Karena itu, siapa yang hidup tanpa kasih, tiada pertolongan Tuhan.

Tetapi penghukuman yang berat.

Hal ini sudah ditegaskan oleh Tuhan dalam hukum Taurat.

Artinya sejak semula Tuhan membenci para pembunuh.

Sebab manusia adalah makhluk termulia sebagai gambar Allah.

Membenci sesama sama dengan membenci Allah yang menciptakan-Nya. Apalagi membunuh. 

Allah sangat mengasihi Manusia.

Siapa yang tidak mengasihi sesamanya, tidak mengasihi Allah.

Tuhan Yesus sendiri mengajarkan tentang kasih akan sesama itu tidak terbatas.

Apalagi kepada saudara atau keluarga sendiri.

Jangan sampai ada kebencian kepada saudara kita. 

Jika keluarga atau saudara kita berkekurangan dengan sesuatu kebutuhan, padahal itu ada pada kita, maka kita harus memberikannya kepada mereka.

Lakukanlah sesuatu kepada saudaramu, sebagaimana harapanmu untuk saudaramu lakukan bagimu.

Maka berprilakulah baik.

Keluargamu adalah hidupmu.

Maka jangan lalaikan tugasmu menolong saudaramu yang membutuhkan uluran tangan kasihmu. 

Jangan memandang rendah dan memandang hina saudaramu.

Jangan mencerca, memfitnah dan mengucapkan kata-kata kotor yang menyakiti hatinya.

Hentikan dan hapus segala kebencian. Itu adalah pembunuhan. Jangan bunuh semangat hidupnya dengan kebencian yang tiada padam dalam hidup kita.

Sebaliknya, ampunilah jika saudaramu bersalah dan menyakitimu.

Berbuatlah baik selalu kepadanya.

Sebab saudaramu itu dirimu sendiri juga. 

Sebab Dia adalah buatan tangan Tuhan dan milik kepunyaan-Nya, sama seperti kita.

Jadi menghina, memfitna dan membunuh milik Tuhan, berarti menyakiti Sang Pemiliknya. 

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (ay 15-16)

Sahabat Kristus, jauhkan segala kebencian dan niat jahat serta perkataan dan perbuatan yang menyakiti hati saudaramu bahkan juga sesamamu.

Hiduplah rukun dan damai, sebab dengan demikian, ke sanalah diperintahkan Tuhan mengalir segala berkat-Nya.

Berlakulah baik kepada kepada sesama, dimulai dari keluarga atau saudaramu sendiri. 

Jangan bunuh semangat hidup saudaramu oleh kebencianmu.

Tetapi jika dia bersalah, tegorlah ia dengan kasih seperti kita melakukannya untuk diri kita.

Tuhan mengasihi kita bersama keluarga. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.