Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tiga remaja di Kabupaten Sukoharjo nyaris kehilangan nyawa saat sedang bermain air di saluran irigasi Dam Colo Timur, tepatnya di Dukuh Grasak, Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban pada Jumat (1/5/2026).
Mereka sempat terseret air saat bermain di lokasi tersebut pada pukul 09.30 WIB.
Peristiwa bermula saat ketiga korban datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda untuk bermain air di saluran irigasi tersebut.
Namun nahas, debit air yang tinggi disertai arus deras membuat mereka kehilangan kendali dan terseret arus hingga kurang lebih 100 meter dari titik awal.
Kapolsek Mojolaban AKP Askolani melalui Kanit Reskrim Ipda Tutor Wibisono menjelaskan, ketiga korban masing-masing berinisial ANS (10), JU (11), dan MIA (11).
Teriakan minta tolong ketiganya didengar oleh warga sekitar.
Baca juga: Viral Asap Putih Keluar dari Tanah Wonogiri, BPBD Bongkar Fakta Sebenarnya : Bukan Hal Mistis!
“Teriakan minta tolong korban didengar oleh seorang saksi yang sedang membuka bengkel reparasi sepeda di dekat lokasi. Saksi segera memberikan pertolongan,” ujar Tutor Wibisono, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan dua remaja berhasil menyelamatkan diri, sementara satu korban sempat dalam kondisi lemas dan membutuhkan penanganan medis.
Melihat kondisi korban sudah lemas, saksi dengan sigap menarik dua korban ke tepi saluran.
Namun, satu korban lainnya sempat berada dalam kondisi kritis, hanya bagian kepala yang terlihat di permukaan air.
Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi, korban MIA yang terakhir di evakuasi langsung dilarikan ke Puskesmas Mojolaban guna mendapatkan pertolongan pertama.
Baca juga: Nyaris Tenggelam, 3 Remaja Sukoharjo Hanyut Terseret Arus Irigasi Mojolaban hingga 100 Meter
Karena kondisinya yang sempat lemah, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kustati Kota Solo untuk penanganan lebih lanjut.
“Saat ini korban sudah dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di area saluran irigasi atau sungai dengan arus deras, terutama saat debit air sedang tinggi.
(*)