Hari Buruh 2026 Kota Mojokerto Tanpa Demo, Polisi dan Buruh Kompak Tasyakuran
Cak Sur May 01, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Polres Mojokerto Kota bersama elemen buruh dan serikat pekerja resmi mengubah wajah peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi aksi damai yang menyejukkan. Melalui kegiatan tasyakuran dan doa bersama, seluruh pihak berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Kota Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Jumat (1/5/2026).

Langkah kolaboratif ini, digagas langsung oleh jajaran Polres Mojokerto Kota bersama perwakilan berbagai serikat pekerja pada 1 Mei 2026. Alih-alih melakukan aksi turun ke jalan yang berpotensi memicu kemacetan, para buruh di Bumi Majapahit ini memilih jalur dialogis untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Sinergi Buruh dan Polri: Wujudkan Jogo Mojokerto

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Mojokerto, Hendro, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif kepolisian.

Menurutnya, wadah yang diberikan Polri sangat membantu dalam menjalin kebersamaan antara pekerja, pengusaha, dan aparat penegak hukum.

"Kami menyambut baik peran Polri yang memfasilitasi serikat pekerja di momen May Day ini. Tujuannya satu, menjalin kebersamaan dan menjaga kondusifitas keamanan di wilayah kita," ungkap Hendro saat memberikan sambutan di hadapan para buruh dan jajaran pejabat utama Polres Mojokerto Kota.

Hendro menegaskan, bahwa hubungan yang harmonis ini merupakan investasi jangka panjang bagi para pekerja. Ia berharap wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tetap dalam status Zero Konflik, selaras dengan semangat slogan "May Day Damai Jogo Mojokerto".

Tujuan Utama Aksi Damai:

  • Mempererat tali silaturahmi antara buruh dan aparat.
  • Menghindari potensi konflik horizontal di masyarakat.
  • Menciptakan iklim investasi yang aman di Kota Mojokerto.
  • Mendoakan kesejahteraan buruh secara nasional.

Solidaritas di Tengah Tantangan Industri

Senada dengan KSPSI, Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) PT Inti Dragon Suryatama, Setyo Wahyudi, menekankan pentingnya solidaritas antar sesama pekerja. Baginya, momentum 1 Mei bukan sekadar seremoni, melainkan ajang penguatan hubungan industrial yang sehat.

"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang solidaritas. Hubungan yang harmonis antar pekerja dan manajemen adalah kunci kesejahteraan bersama," ujar Setyo.

Komitmen Kamtibmas Polres Mojokerto Kota

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, menegaskan bahwa situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Mojokerto bukan terjadi secara instan. Hal ini merupakan hasil dari sinergi yang konsisten dari seluruh pihak, terutama dari kalangan pekerja yang menjadi roda penggerak ekonomi.

AKBP Herdiawan mengimbau, jika terdapat kendala atau sengketa industrial di lapangan, serikat pekerja diharapkan dapat mengedepankan komunikasi dua arah. Forum-forum resmi dan mediasi dianggap sebagai solusi paling efektif dibandingkan aksi yang tidak terukur.

"Setiap ada kendala selalu ada solusi yang bisa diambil. Kami mengajak kawan-kawan buruh untuk menjadi penggerak dalam menjaga Kamtibmas di Kota Mojokerto. Mari kita tingkatkan hubungan yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi di masa depan," tegas AKBP Herdiawan.

Sebagai penutup, Kapolres menegaskan bahwa peringatan May Day 2026 ini harus menjadi titik balik di mana aspirasi buruh dapat disuarakan dengan cara-cara yang bermartabat, tanpa mengganggu ketertiban umum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.