Doa Iringi Pemakaman Daeng Rusnadi, Bupati Natuna Cen Antar Langsung ke Peristirahatan Terakhir
Eko Setiawan May 01, 2026 06:42 PM

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman mantan Bupati Natuna kedua, H. Daeng Rusnadi, Jumat (1/5/2026).

Setelah disalatkan di Masjid Ibnu Salim Ranai Darat usai Salat Jumat, jenazah tokoh politik senior yang akrab disapa Abah Daeng itu kemudian diantar menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia.

Ratusan warga tampak memadati area masjid hingga lokasi pemakaman.

Isak tangis keluarga dan lantunan doa, mengiringi kepergian sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.

Ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir pun datang dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, tokoh politik, pejabat daerah hingga kerabat dekat almarhum.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik turut hadir langsung mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Mengenakan pakaian putih, Cen Sui Lan tampak larut dalam suasana duka.

Kehadirannya menjadi simbol penghormatan kepada Daeng Rusnadi, sosok politisi senior Partai Golkar yang selama ini dikenal memiliki kontribusi besar dalam perjalanan politik dan pembangunan Natuna.

Diketahui, Daeng Rusnadi meninggal dunia pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.35 WIB di RSUD Natuna dalam usia 66 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai mantan Bupati Natuna periode 2006-2009 dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Natuna periode 1999-2004.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh senior Golkar serta suami dari mantan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Natuna, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok pemimpin yang telah mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Cen Sui Lan.

Baca juga: Mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi Akan Dimakamkan di TPU Taman Bahagia Usai Salat Jumat

Menurutnya, Daeng Rusnadi merupakan salah satu putra terbaik Natuna yang telah memberikan pengabdian nyata bagi daerah perbatasan tersebut.

Ia menilai semasa menjabat sebagai bupati, almarhum banyak menorehkan langkah penting dalam pembangunan Natuna, khususnya dalam memperkuat fondasi kemajuan wilayah perbatasan bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepergian Abah Daeng, kata Cen, menjadi kehilangan besar yang dirasakan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat Natuna.

Meski demikian, ia mengajak semua pihak untuk menerima kepergian almarhum dengan ikhlas sebagai ketetapan Tuhan Yang Maha Esa.

Cen juga menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan tersebut.

"Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,”pungkasnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.