Pemkab TTS Gerak Cepat Atasi Titik Longsor dan Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak
Oby Lewanmeru May 01, 2026 06:43 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan bergerak cepat mengatasi sejumlah titik longsor yang terjadi di Kabupaten TTS serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten TTS, drh. Daniar A. S. Aty menyampaikan bahwa ada sebanyak 15 titik bencana yang disebabkan oleh tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi serta kerusakan rumah akibat angin kencang. 

"Sesuai dengan pernyataan bencana Pemda TTS itu ada 15 titik kejadian. Ada berupa kerusakan rumah akibat angin kencang, ada jembatan yang ambruk, serta beberapa titik ruas jalan yang rusak. Dan semuanya ada dalam perhatian untuk diselesaikan oleh Pemerintah Daerah," ungkapnya pada Jumat (1/5/2026). 
 
Ia menyampaikan bahwa informasi kejadian longsor yang diterima BPBD pada Minggu (25/4/2026) di Desa Oenai, 1 kk terdampak, Desa Tunis 3 Kk terdampak.

Baca juga: Ruas Jalan Sebau Mollo Utara TTS Rusak Parah, Dinas PUPR TTS Siap Lakukan Perbaikan

Sedangkan kejadian di Desa Lobus dilaporkan camat ke BPBD pada Selasa (27/4/2025) dengan 5 kk terdampak.

Ia menyampaikan bahwa penyebab kejadian ini diakibatkan curah hujan yang tinggi dalam sepekan lalu, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil sehingga tanah bergerak mengakibatkan longsor dan merobohkan rumah warga tersebut, serta beberapa ruas jalan. 

"Hari Rabu-Kamis Pemda dalam hal ini BPBD dan Dinsos sudah mengantar bantuan berupa pangan, sandang dan keperluan lainnya ke Oenai, Tunis, Lobus. Insiden ini tidak ada korban jiwa dan dampak yang disebabkan terjadinya kerusakan rumah tinggal," jelasnya, 

Selain itu penanganan cepat juga dilakukan untuk perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak akibat longsor yang terjadi. Pihak BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memulihkan jalur transportasi tersebut agar aktivitas masyarakat tidak terhenti. 

"Saat ini dari 15 titik, yang sedang dalam pengerjaan yaitu titik Halme Ajopenu, titik Bonleu, titik Sono, titik Nekmese. Titik Santian alat berat dari Nekmese segera ke lokasi, Titik Lobus, alat segera bergeser," gambar drh. Aty. 

Ia menerangkan bahwa untuk titik Netutnana, Dinas PUPR TTS koordinasi dengan pihak provinsi NTT karena status jalan provinsi. Dimana berdasarkan pernyataan bencana Pemda Kabupaten TTS telah dikirim sebagai dasar intervensi pemerintah provinsi. 

"Di Titik Bosen kami sudah koordinasi dengan Pak Kadis PUPR, sehingga alat berat dari Bonleu akan tuntaskan pada titik tersebut," tegasnya. 

Ia mendorong agar masyarakat juga mendukung pemerintah serta dukungan dari stakeholder untuk saling bahu membahu dalam penanganan bencana. Hal ini sejalan dengan UU No 24 Tahun 2007 Tentang Penanganan Bencana, 

"Kami berusaha maksimal, mohon dukungan masyarakat dan stakeholter untuk saling membantu. Bencana ini menjadi tanggungjawab bersama sejalan dengan UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana," terangnya. 

UU ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, serta mengubah paradigma penanganan dari respon darurat menjadi pengurangan risiko bencana (mitigasi). 

Tak lupa, Kalak BPBD juga mengimbau seluruh masyarakat TTS baik yang berada di wilayah pengunungan maupun di daerah pesisir, untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang terus berubah-ubah. 

Jika terjadi bencana, jangan panik dan lakukan evakuasi mandiri terlebih dahulu kemudian hubungi Call center BPBD sehingga pihaknya segera ke lokasi. 

Adapun info Call Center BPBD Kabupaten TTS : 085353581255. (any) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.