Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengenakan sarung berwarna hitam biru dan sandal jepit berwarna hijau putih, dalam peresmian pasar Purwodadi Bengkulu Utara.
Peresmian pasar purwodadi itu dilakukan, setelah Zulhas berbincang dengan para petani di Kota Bengkulu, lalu dilanjutkan shalat Jumat di Masjid Baitul Izzah, pada Jumat (1/5/2026).
Selepas shalat Jumat, Zulhas langsung menuju Aula Merah Putih, di Komplek Kantor Gubernur Bengkulu, untuk meresmikan Pasar Purwodadi secara virtual.
Dalam kegiatan itu, dihadiri Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, Unsur Forkopimda Bengkulu, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata dan Kepala OPD se-Bengkulu.
Sebelum menandatangani prasasti untuk Pasar Purwodadi di Bengkulu Utara, Zulhas sempat memberikan sambutan untuk tamu undangan.
Zulhas menegaskan bahwa program utama pemerintah saat ini adalah mendorong hilirisasi industri, khususnya di sektor energi berbasis pertanian.
Menurutnya, pengembangan energi E20 menjadi langkah strategis yang mampu meningkatkan nilai ekonomi berbagai komoditas hasil pertanian masyarakat.
“Program utama Bapak Presiden salah satunya adalah hilirisasi. Ini penting sekali untuk industri, terutama hilirisasi di bidang energi,” ungkap Zulkifli Hasan saat ditanya Wartawan di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (1/5/2026)
Ia menjelaskan, energi E20 dapat diproduksi dari berbagai bahan baku pertanian seperti tebu, jagung, hingga singkong. Karena itu, pembangunan industri E20 diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan permintaan hasil pertanian.
“E20 itu bisa dari tebu, bisa dari jagung, bisa dari singkong. Kalau industrinya sudah dibangun, tidak ada lagi tanah yang kosong,” katanya.
Zulkifli Hasan menilai, keberadaan industri hilirisasi akan membuat masyarakat semakin semangat bertani karena hasil panen memiliki pasar yang jelas dengan harga yang lebih baik.
“Orang akan menanam jagung, menanam singkong, menanam tebu karena yang membeli banyak dan harganya bagus. Itu namanya hilirisasi,” lanjutnya.
Ia juga memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri hilirisasi energi di Indonesia karena dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus energi nasional.
“Industri pasti akan mendapat dukungan penuh karena manfaatnya luar biasa,” tutupnya.