Hari Buruh di Medan hanya Nyanyi dan Joget-Joget, Sopir Truk Ungkap Kekecewaan 
Misran Asri May 01, 2026 07:54 PM

Perwakilan sopir truk mengaku sangat kecewa karena hajatan yang diperingati setiap 1 Mei itu tidak sesuai ekspektasinya

PROHABA.CO, MEDAN - Peserta peringatan Hari Buruh di Medan yang dipusatkan di Gedung TD Pardede menuai kekecewaan dari para sopir truk, Jumat (1/5/2026).

Pasalnya, seribuan buruh tersebut ikut menikmati musik dengan bernyanyi dan berjoget bersama di acara yang dihadiri Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. 

Pada saat itu, buruh dari berbagai organisasi pekerja tidak hanya menari, tetapi sebagian dari mereka beruntung mendapat hadiah berupa sepeda, smart TV, dan lain-lain. 

Namun, di tengah keriuhan itu, perwakilan sopir truk mengaku sangat kecewa karena hajatan yang diperingati setiap 1 Mei itu tidak sesuai ekspektasinya. 

Mereka tidak sempat bertemu Wali Kota untuk berdiskusi mengenai derita buruh sopir truk yang bertaruh nyawa demi perubahan ekonomi di Pelabuhan Belawan. 

Buruh Ketua Umum Persatuan Sopir Truk Pelabuhan Belawan (PSTP), Junaidi (45), mengatakan bahwa hanya ingin menyampaikan ke kepala daerah tentang hak-hak buruh di Pelabuhan Belawan. 

"Kami hanya minta dua hal, yaitu masalah jalan tidak pernah diperhatikan dan banyak sopir tidak didaftarkan ke Dinas Ketenagakerjaan," ucap Junaidi saat diwawancarai. 

Dia menjelaskan, jalan yang dilaluinya membawa peti kemas rusak dan membuat kinerja terhambat dalam mencari makan dan perekonomian. 

Tidak hanya itu, bahkan keamanan pun jadi mengkhawatirkan. 

"Jadi, saya kecewa tidak bisa berinteraksi sama Bapak Wali Kota kita, itu saya sangat kecewa ya. Harapan saya mudah-mudahan Wali Kota mendengar keluhan kami para sopir di Pelabuhan Belawan ini," tutur Junaidi. 

Belum berhenti di situ, Junaidi lanjut menceritakan, masalah jalan yang sangat rusak membuat mereka rugi, termasuk waktu, trip, dan kecelakaan-kecelakaan masyarakat yang sering menyalahkan sopir truk. 

 

"Itu saja kami minta tadi, tetapi tidak ada kata-kata sambutan (dari kami) kami pun kecewa hanya joget-joget saja, ya sudahlah kami sambut dengan joget-joget juga," ujar Junaidi. 

Namun begitu, Junaidi menegaskan tahun depan organisasinya akan membuat aksi turun ke jalan dan tidak mengikuti acara di gedung-gedung, seperti sekarang. 

Dia menegaskan pemerintah tidak ada mendengar apa yang mereka rasakan sebagai buruh dan sopir. 

Junaidi juga menyebut banyak sopir tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan. 

"Itulah yang juga mau kami sampaikan, tetapi karena tidak ada tanya jawab, kami sangat kecewa. Cuma hanya nyanyi-nyanyi, joget-joget. Kami kecewa May Day tahun ini," tegas Junaidi. 

Selama ini, kata dia upah sopir tidak pernah jelas, dan tidak pernah mengikuti prosedur Ketenagakerjaan. 

"Gaji bukan bulanan, tidak ikut aturan Disnaker, suka-suka tauke. Kami sopir tidak pernah diperhatikan, tidak pernah didengar," ujar Junaidi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.