TRIBUNNEWS.COM - Timnas Iran dipastikan akan tampil di Piala Dunia 2026. Hal itu seperti ditegaskan Presiden FIFA Gianni Infantino baru-baru ini.
Partisipasi Iran selama ini telah menjadi bahan perbincangan di tengah peperangan yang terjadi dengan Israel-Amerika Serikat.
Namun dalam pertemuan FIFA yang digelar di Kanada pada Kamis (30/4) kemarin, nasib Iran kini sudah menemui kepastian.
"Tentu saja, Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026, dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," katanya dalam sambutan pembukaan selama Kongres FIFA.
"Alasannya sangat sederhana, teman-teman terkasih, adalah karena kita harus bersatu. Kita harus menyatukan orang. Ini adalah tanggung jawab saya," kata Infantino, dikutip ESPN.
Dengan demikian, kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026 nanti akan menjadi partisipasi ketujuh dalam sejarah mereka.
Namun dalam enam partisipasi sebelumnya, mereka masih kesulitan untuk menembus fase gugur.
Oleh karena itu, edisi kali ini akan menjadi tantangan bagi mereka untuk mematahkan catatan negatif.
Baca juga: Konfirmasi Kesekian Kali dari FIFA, Infantino Tegaskan Timnas Iran Bakal Main di Amerika Serikat
Iran, atau Republik Islam Iran, merupakan salah satu negara terbesar kawasan asia.
Iran secara geografis dan geopolitik terletak di persimpangan strategis antara Timur Tengah (Asia Barat) dan Asia Tengah, menjadikannya jembatan penghubung penting.
Mereka sering dikelompokkan dalam Timur Tengah. Namun demikian, Iran secara budaya lebih berakar pada peradaban Persia, bukan Arab.
Iran dikenal sebagai salah satu peradaban tertua di dunia dengan sejarah panjang sejak era Persia kuno.
Identitas budaya yang kuat ini juga tercermin dalam sepak bolanya, yang kerap mengusung semangat nasionalisme tinggi setiap tampil di panggung internasional.
Dalam kancah Asia, Iran bisa dibilang termasuk kekuatan besar di Asia—terbukti dengan tiga gelar juara Piala Asia.
Namun, prestasi tersebut belum mampu diterjemahkan di level dunia.
Sejak debut pada 1978, Iran sudah tampil dalam tujuh edisi Piala Dunia, empat diantaranya secara beruntun. (1978, 1998, 2006, 2014, 2018, 2022, 2026).
Namun, mereka selalu terhenti di fase grup. Sekalipun belum pernah mencapai fase gugur.
Catatan keseluruhan Iran di Piala Dunia:
Penampilan terbaik datang pada 2018, saat mereka nyaris lolos dari grup berat yang dihuni Spanyol dan Portugal.
Dalam Piala Dunia yang digelar Rusia kala itu, Iran hanya terpaut satu poin dari tiket ke fase gugur.
Baca juga: Saat Legenda dan Pecinta Bola Indonesia Dukung Timnas Iran Berlaga di Piala Dunia 2026
Perjalanan Iran menuju Piala Dunia 2026 terbilang mulus. Mereka tampil dominan sejak babak kualifikasi zona Asia.
Di putaran kedua, Iran hanya tertahan imbang oleh Uzbekistan (kandang dan tandang).
Sementara laga lainnya disapu bersih dengan kemenangan, termasuk atas Turkmenistan dan Hong Kong.
Dominasi berlanjut di putaran ketiga. Iran memenangkan enam dari delapan laga awal.
Kesebelasan yang berjuluk Team Melli ini pun memastikan tiket ke putaran final lewat hasil imbang 2-2 melawan Uzbekistan pada 25 Maret 2025.
Secara keseluruhan, Iran hanya menelan satu kekalahan dari 16 pertandingan—menunjukkan konsistensi tinggi sepanjang kualifikasi.
Di balik performa solid Iran, ada peran pelatih dalam negeri berpengalaman, yakni Amir Ghalenoei.
Ini merupakan periode keduanya menangani tim nasional, setelah sebelumnya sempat menjabat pada 2006-2007.
Ghalenoei yang kini berusia 62 tahun dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktis kuat.
Ia kembali menangani tim sejak Maret 2023 menggantikan Carlos Queiroz dari Portugal.
Bersamanya, Timnas Iran mencapai semifinal Piala Asia 2023 sebelum kalah dramatis 2-3 dari Qatar.
Setelah dari Piala Asia, Ghalenoei membawa Iran tampil impresif di kualifikasi Piala Dunia.
Dari sisi pemain, Iran memiliki sejumlah nama kunci:
Kombinasi pemain senior dan generasi baru menjadi kekuatan utama Iran saat ini.
Iran masuk dalam grup G, dengan kombinasi tim kuat Eropa (Belgia), kekuatan Afrika (Mesir), serta wakil Oseania (Selandia Baru).
Jadwal pertandingan:
Secara realistis, Iran masih berada di bawah Belgia dalam peta kekuatan grup. Namun, peluang untuk lolos tetap terbuka.
Kunci Iran ada pada laga melawan Selandia Baru dan Mesir.
Jika mampu meraih hasil maksimal di dua pertandingan tersebut, peluang untuk finis di dua besar atau bahkan sebagai salah satu peringkat tiga terbaik cukup besar.
Dengan pengalaman empat kali lolos beruntun ke Piala Dunia dan skuad yang lebih matang, Iran datang ke edisi 2026 dengan optimisme baru.
Kini, tantangan terbesar mereka bukan lagi sekadar tampil kompetitif—melainkan menembus batas sejarah dan mencetak langkah baru di panggung dunia.
(Tribunnews.com/Tio)