Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pelatih Pramuka ungkap detik-detik Insiden mobil Avanza yang menabrak sejumlah siswa saat latihan pramuka di MTsN 1 Bojonegoro.
Insiden kecelakaan ini suasana latihan Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bojonegoro mendadak berubah mencekam setelah sebuah mobil menabrak para pelajar yang tengah berkegiatan di halaman sekolah, pada Jumat (1/5/2026).
Akibat insiden kecelakaan tersebut ada tujuh anak dilaporkan mengalami luka - luka hingga harus dilarikan ke RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan.
Pelatih Pramuka MTsN 1 Bojonegoro, Nadif menuturkan, sebelum kejadian ia sempat melihat mobil Avanza hitam terparkir di sisi selatan halaman sekolah dengan posisi menghadap ke utara dengan mesin masih menyala.
Tak lama berselang, mobil tersebut mendadak bergerak.
“Mobil itu awalnya menabrak gawang sekolah, lalu sopir banting setir ke kanan,” ujar Nadif saat dijumpai saat olah TKP di halaman sekolah MTsN Bojonegoro.
Baca juga: Hilang Kendali, Mobil Proyek Tabrak 7 Siswi MTsN 1 Bojonegoro saat Pramuka
Menurutnya, usai oleng ke arah kanan hingga nyaris menghantam ruang kepala sekolah.
Pengemudi kembali membanting setir ke kiri, mengarah ke kerumunan para siswa yang tengah berlatih pionering Pramuka.
Para siswa sedang dalam posisi jongkok latihan tali-temali, kata Nadif membuat mereka tidak sempat menghindar ketika mobil meluncur cepat ke arah mereka.
Mobil baru berhenti setelah menghantam tiang bendera di tengah halaman sekolah hingga patah. Nadif yang berada tak jauh dari lokasi bahkan mengaku nyaris ikut menjadi korban dalam kejadian tersebut.
“Terakhir mobil menabrak tiang bendera dan berhenti. Posisi saya saat itu di belakang tiang bendera,” katanya.
Suasana seketika berubah panik. Tangis histeris pecah di lokasi kejadian. Sejumlah siswa terlihat bergelimpangan di lapangan, sementara lainnya berlarian meminta pertolongan kepada guru.
Baca juga: Pemuda di Bojonegoro Bobol Kotak Amal Masjid, Dipakai untuk Judi Online
Nadif bersama para guru langsung bergerak cepat mengevakuasi korban dan menghubungi ambulans. Tercatat, tujuh siswi kelas 7 dan 8 menjadi korban dalam insiden tersebut.
Mereka selanjutnya dilarikan ke RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.
"Ada yang masuk di kolong mobil, lalu cepat-cepat kami tolong. Total ada 7 anak yang menjadi korban, 5 kami bawa ke RS Bhayangkara dan dua lainnya keseleo tidak mau dibawa pulang," tambahnya.
Sementara itu, saat kejadian mobil diketahui dikemudikan Nurul Komarulah (50), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang merupakan manajer pengawas proyek pembangunan di sekolah tersebut.
Baca juga: Mobil MBG di Malang Kecelakaan, Tabrak Tiga Rumah Warga Donomulyo hingga Rusak
Usai kejadian, Nurul mengaku kendaraan yang dikemudikannya telah mengalami kendala teknis sejak beberapa hari terakhir. Insiden bermula saat ia mencoba mengoper gigi maju setelah sebelumnya mundur.
“Mobil tidak langsung berjalan. Tapi saat pedal gas diinjak sedikit, mobil malah melompat dan meluncur kencang tidak terkendali," ujarnya.
Nurul yang kini menjalani perawatan di RSUD Sosodoro juga mengaku sempat berupaya menghindari kerumunan siswa dengan membanting setir ke arah yang lebih sepi. Namun, laju kendaraan yang terlanjur tinggi membuat tabrakan tak terhindarkan.
Atas insiden ini, Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan menyesal atas insiden tersebut, terlebih karena tidak menyangka ada banyak siswa yang tengah beraktivitas di halaman sekolah saat itu.
Di lain sisi, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifuddin, menyebut seluruh korban telah dilarikan ke RS Bhayangkara Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis.
Total ada 7 anak yang menjadi korban dalam insiden ini. Menui ada dua anak yang mengalami cidera serius hingga harus menjalani operasi.
Masing-masing mengalami pergeseran tulang pinggul, sementara satu lainnya mengalami keretakan pada bagian tangan.
“Dua masuk operasi. Satu korban pinggulnya bergeser, satunya tangannya retak," ungkapnya.
Meski demikian, Saifuddin berharap kejadian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan serta pelaku bertanggungjawab dan menanggung semua biaya pengobatan para korban.
Sementara itu hingga saat ini kasus ini masih terus dalami oleh Satreskrim Polres Bojonegoro. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari saksi dan korban.