BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kerabat korban yang juga relawan penyelamat, M Azhari (28) meluruskan informasi bias yang berkembang di masyarakat terkait tewasnya HS, seorang guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa'tul Lughah Martapura.
HS ditemukan tewas di semak-semak sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya di Jalan Seledri RT 20 RW 5 Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.
Azhari mengatakan, informasi yang menyebar menyebutkan korban diduga mengalami tindakan kekerasan seksual sebelum jasadnya ditemukan.
Oleh sebab itu, ia perlu meluruskan kebenaranya. Korban, tidak ada indikasi kekerasan seksual.
Hal itu, bisa dipastikan dari hasil visum rumah sakit yang menyakan tidak ada tindak kekerasan seksual kepada korban.
Baca juga: Sosok Mayat Perempuan di Sungaiulin Banjarbaru, Guru Pesantren di Banjar, Ini Kondisi Saat Ditemukan
Selajutnya, M. Azahari juga menjelaskan sedikit kronologi hingga akhirnya korban HN ditemukan.
Mengingat M Azhari dan isterinyalah yang semula mencari HN ke rumah neneknya, karena sebelum dkitemukan meninggal HN ini tidak masuk mengajar di Pondok Pesantren.
"Rabu (29/4/2026) saya dikabari isteri saya jika HN ini tidak masuk pondok (mengajar). HN ini tidak memberi tahu bahwasanya dia itu tidak masuk. Tidak seperti biasanya yang jika mau libur dia (korban) pasti mengabari lebih dulu," ceritanya.
Pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 wita dia dan isterinya sepakat cari HN dengan menanyakan ke teman di toko di mana korban bekerja, dan sorenya menanyakan ke keluarganya di rumah korban termasuk ke neneknya. Semua ternyata tidak ada melihat," urainya.
Malah dapat informasi dari sang nenek korban jika NH ini sudah tidak pulang sejak Selasa (28/4/2026) Hn sudah tak pulang.
Karena itu, dirinya dan isterinya tambah khawatir, sampai mencari keberadaan HN ke ibu tiri nya di Kampung Melayu.
Baca juga: Mayat Perempuan Muda di Sungai Ulin Banjarbaru Diduga Korban Pembunuhan, Polisi: Ada Luka di Kepala
"Hasil dari komunikasi via telepon dengan kawan yang mengecek ke rumah ibu tirinya, juga diperoleh informasi HN juga tak ada," cetusnya.
Kemudian, pihaknya bersama keluarganya sekitar 10 orang petang jelang malam ketika bersepakat mencari HN di sekitar rumah sampai kebun dan perbukitan.
"Malam itu kami kami mencarinya berpencar, kemudian tersiar ada salah satu teman kami yang menemukan jasad dan dia beri kabar karena saat itu waktu malam sehingga pencahayaan kurang terang dan datanglah teman saya bawa senter agar lebih jelas. Ternyata benar jasad ditemukan," ceritanya. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)