Bum Panjang TTB Toboali, Pelabuhan Lawas yang Kembali Berdetak 
suhendri May 01, 2026 10:03 PM

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

"Bum Panjang Ketapang booming, Ceng. Duluk e tempet kite main," demikian bunyi WhatsApp yang masuk ke ponsel penulis dari kawan yang tinggal di luar Kota  Toboali, Jumat  (1/5/2026) pagi.

Penulis membalas dengan emosi senyuman. Lalu kami saling berkisah tentang Bum Panjang milik PT Timah yang berlokasi  di kawasan wasrey (pusat pencucian timah)  itu.

Pada era 70 hingga 90-an, bagi warga Toboali dan sekitarnya, pelabuhan yang berada di kawasan Tanjung Ketapang itu bukanlah sesuatu yang asing. Saat air surut, saat matahari mulai menuruni langit, digunakan anak-anak sekitar untuk berolahraga.

Main sepak bola salah satunya, seiring para nelayan mulai meninggalkan Bum Panjang untuk mencari ikan di lautan lepas. Terkadang anak-anak itu baru meninggalkan Bum Panjang saat sunset tiba. 

Pelabuhan ini biasa disebut Bum Panjang  TTB oleh warga  sekitar. Sebutan itu karena Bum Panjang itu milik  PT Timah.  

Pelabuhan itu digunakan, khususnya PT Timah, untuk mengangkut  bijih timah dari wasrey ke kapal untuk dibawa ke Pusmet Mentok. 

Bum Panjang milik PT Timah itu digunakan sebagai pelabuhan yang mengangkut bahan bakar minyak milik PT Timah. Maklum di wasrey itu ada tangki minyak ukuran besar. 

Tidak heran bila zaman itu konvoi mobil berseliweran memasuki kawasan wasrey. Tidak heran pula bila jalanan di sekitar Kampung Tanjung  Ketapang selalu diperbaiki  PT Timah saat ada kerusakan sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya kepada warga setempat. 

Dahulu, Bum Panjang itu dijadikan kawasan memancing bagi para warga sekitar. Saat musim cumi-cumi tiba, puluhan lampu petromaks menghiasi Bum Panjang, mewarnai malam di Bum Panjang, bak kunang-kunang di langit. 

Kawasan di sekitar wasrey dijadikan parkir perahu nelayan sekitar. Puluhan kapal nelayan parkir di kawasan itu.

Bum Panjang memang sempat terbengkalai. Warga pun sudah jarang memancing  di sana. Apalagi Bum Panjang terlihat rusak. Tiang penyangga tak ada. Papan sebagai alas kaki berjalan banyak yang roboh dimakan usia.  

Kini, tiba-tiba Bum Panjang booming sebagai kawasan wisata baru. Warga dari berbagai daerah berduyun-duyun ke sana, seolah ada kerinduan yang ingin dinikmati. 

Tidak heran bila hari libur, warga  tumpah ruah di sana. Kawasan sekitar wasrey padat, dipenuhi warga dan parkir motor serta  mobil pelancong dari berbagai  daerah. 

Mungkin kita bisa  belajar dari kawasan wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bangkirai, yang merupakan objek wisata primadona bagi masyarakat Kota Palangka Raya. Destinasi wisata ini berada di wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau.

Dermaga yang dahulunya merupakan tempat pelabuhan bongkar muat barang dan orang, bahkan sempat menjadi tempat yang tidak ada aktivitas, kini berkat ide kreativitas masyarakat setempat, telah menjadi objek wisata berkelas dunia.

Bum Panjang bukan sekadar catatan sejarah  tentang perkembangan perkemajuan daerah Toboali dan sekitarnya. Ketika  berinovasi dapat relevan dengan perubahan zaman dan dapat bermanfaat bagi warga untuk kehidupan masyarakat.

Yo kite ngayau (berkunjung) ke Bum Panjang. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.