TribunBatam.id,Batam - Batam kembali menorehkan prestasi di kancah olahraga internasional. Kota ini resmi dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi bola basket 3x3 bertajuk 'Viva The X3 World Series' Women’s Series, dan World Challenger yang akan digelar pada 23–26 Juli 2026.
Ketua Umum Perbasi Kepulauan Riau, Suhadi, ST, mengungkapkan penunjukan Batam sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kepercayaan tersebut diberikan oleh DPP Perbasi karena dinilai mampu menyelenggarakan berbagai event olahraga dengan rapi dan profesional.
“Tahun ini kita mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah untuk tiga event sekaligus. Ini paket lengkap atau ‘jumbo’, karena biasanya kota lain hanya menyelenggarakan satu event saja,” ujar Suhadi melaunching gelaran even usai pelantikan pengurus Perbasi Kota Batam di Aston Hotel Batam, Jumat (1/5) sore.
Dalam format penyelenggaraannya, kata dia dua hari pertama yakni Kamis dan Jumat akan diisi dengan pertandingan Women’s Series, sementara Sabtu dan Minggu akan menjadi panggung World Challenger untuk kategori putra.
Ajang ini akan diikuti oleh peserta dari 32 negara. Untuk Women’s Series, tim yang bertanding merupakan tim nasional putri dari berbagai negara. Sementara itu, kategori Challenger akan diikuti oleh tim putra yang mewakili kota-kota besar dunia seperti Amsterdam, Miami, Munich, Tokyo, Beijing, hingga Shanghai.
Suhadi menjelaskan, rangkaian Women’s Series sebelumnya telah digelar di sejumlah kota dunia seperti Chengdu, Manila, dan Shanghai, serta akan berlanjut ke Orleans (Amerika Serikat) dan Amsterdam sebelum akhirnya tiba di Batam pada Juli mendatang.
Khusus untuk Indonesia, tim nasional putri dipastikan akan ambil bagian dalam kompetisi ini sebagai tuan rumah. Sementara itu, tim Challenger akan melalui sistem kualifikasi, di mana tim terbaik akan melaju ke level kompetisi berikutnya.
Di balik persiapan besar ini, panitia menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah pembangunan arena pertandingan. Lapangan yang masih kosong harus disulap menjadi arena basket 3x3 berstandar internasional dengan konstruksi khusus berbahan baja dan kayu, serta dilengkapi atap “magic sky”.
“Alhamdulillah, ada dukungan dari pihak swasta yang bersedia berinvestasi, termasuk pembangunan tenda berukuran besar untuk menunjang kegiatan ini,” tambahnya.
Dari sisi pendanaan, Suhadi mengakui bahwa biaya untuk menjadi tuan rumah tidaklah kecil, mencapai sekitar Rp4,3 miliar hanya untuk pendaftaran. Namun, dukungan dari DPP Perbasi turut meringankan beban tersebut.
“DPP Perbasi telah membantu biaya pendaftaran, sehingga kita bisa fokus pada penyelenggaraan, termasuk akomodasi dan pelayanan bagi peserta,” jelasnya.
Untuk menyukseskan acara, panitia juga akan melibatkan relawan dari berbagai kalangan, termasuk pengurus Perbasi Kota Batam. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk turut berpartisipasi dalam mempromosikan event ini.
Suhadi berharap, kehadiran ajang internasional ini tidak hanya berdampak pada dunia olahraga, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi sport tourism.
“Harapannya, melalui event ini Batam semakin dikenal dunia. Bahkan, investor pun bisa melihat potensi daerah ini melalui jalur olahraga,” tutupnya. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)