TRIBUN-BALI.COM - Warga dan TNI terus bergotong royong untuk mengebut Pembangunan jembatan Perintis Garuda di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Jumat (1/5).
Warga setempat secara sukarela turun ke sungai untuk mencari serta mengangkut bahan material batu untuk jembatan yang jadi infrastruktur vital di wilayah tersebut.
Diharapkan, setelah rampung jembatan tersebut mampu mendukung aktivitas ekonomi hingga pendidikan warga setempat.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh ini terus dikebut.
Baca juga: HARGA Eceran Tertinggi Minyakita Segera Naik! HET Berubah dalam Waktu Dekat, Ini Kata Kemendag
Baca juga: UANG Puluhan Juta & Perhiasan Emas Nyo Ing Hong Raib, Korban Kena Tipu Modus Hipnotis di Buleleng
Di sini, infrastruktur tersebut akan memiliki panjang sekitar 30 meter dan diharapkan bisa membantu memperlancar aktivitas masyarakat seperti bekerja, pendidikan hingga akses mengangkut hasil kebun mereka.
"Semangat warga sangat antusias terhadap infrastruktur ini. Inisiatif mereka mengumpulkan material secara swadaya menunjukkan rasa memiliki yang besar terhadap pembangunan ini dan patut diapresiasi," ujar Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf Sy Gafur Thalib saat dikonfirmasi, Jumat (1/5).
Dandim berharap, Jembatan Perintis Garuda ini nantinya menjadi infrastruktur yang membantu memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga setempat yang sebelumnya hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu.
"Jembatan ini adalah urat nadi. Jika akses lancar, kesejahteraan ekonomi warga pasti akan meningkat. Kami berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini hingga tuntas, demi masyarakat Jembrana yang lebih maju," tegasnya. (mpa)