Harga Minyak Turun Setelah Iran Ajukan Proposal Negosiasi ke AS, UEA: Teheran Tak Bisa Dipercaya
TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia dilaporkan turun pada Jumat (1/5/2026) setelah muncul kabar kalau Iran pada Kamis telah mengirimkan proposal terbarunya untuk negosiasi dengan Amerika Serikat kepada mediator Pakistan.
Meski begitu, harga minyak masih berada di jalur untuk kenaikan mingguan karena Teheran terus memblokir Selat Hormuz dan Angkatan Laut AS terus mengganggu ekspor minyak mentah Iran.
Harga minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Juli turun 44 sen, atau 0,4 persen, menjadi $109,96 per barel pada pukul 12:25 GMT (atau pukul 19:25 WIB), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka turun 2,48 sen, atau 2,4 persen, menjadi $102,59.
Minyak mentah Brent masih berada di jalur yang tepat untuk kenaikan mingguan sebesar 4,5 persen, sementara West Texas Intermediate juga menuju kenaikan mingguan sebesar 8,9 persen.
Kontrak Brent Juni ditutup pada $126,41 per barel sebelum berakhir pada hari Kamis, level tertinggi sejak Maret 2022.
Harga minyak terus meningkat sejak akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz dan mengganggu pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Gencatan senjata telah berlaku antara kedua pihak sejak 8 April.
Di sisi lain, negara-negara Teluk tetangga Iran meragukan stabilisasi dalam waktu dekat di kawasan Hormuz.
Anwar Gargash, penasihat diplomatik presiden Uni Emirat Arab (UEA), menyatakan pada Jumat dalam sebuah unggahan di X bahwa Teheran tidak dapat dipercaya terkait pengaturan sepihak apa pun yang dibuatnya di Selat Hormuz atau diandalkan terkait kebebasan navigasi di dalamnya, setelah "agresi brutalnya terhadap semua negara tetangganya."
Sebelumnya pada hari Kamis, seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengancam akan melancarkan "serangan yang menyakitkan dan berkepanjangan" terhadap situs-situs AS jika Washington memperbarui serangannya terhadap Iran, menyebabkan harga minyak naik pada hari itu sebelum kemudian turun kembali.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Presiden Donald Trump telah diberi pengarahan pada hari Kamis tentang rencana untuk melancarkan serangkaian serangan militer baru terhadap Iran untuk memaksa negara itu bernegosiasi mengakhiri konflik.
(oln/khbrn/*)