Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 diperingati setiap tanggal 2 Mei dan tahun ini dilaksanakan secara serentak pada hari Sabtu, 2 Mei 2026
Upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 bertujuan untuk mengingat kembali filosofi perjuangan Ki Hajar Dewantara sekaligus meneguhkan peran pendidikan untuk mencetak generasi Indonesia maju, tangguh dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Peringatan Hardiknas 2026 merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar Bapak Perintis Pendidikan Nasional tersebut dengan lahirnya sistem pendidikan di Indonesia dan membangun karakter bangsa.
Tanggal lahir Ki Hajar Dewantara pada 2 Mei 1889 dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tahunnya.
Dalam pedoman pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), terdapat ketentuan pembacaan teks amanat upacara Hardiknas 2026.
Pada teks amanat Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang dirilis resmi, Mendikdasmen membuka dengan memaknai peringatan ini sebagai refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.
Pada Upacara Hardiknas 2026 ini, Kemendikdasmen RI mengangkat tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua."
Berdasarkan keterangan dalam naskah amanat Mendikdasmen RI, Kemendikdasmen akan menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca juga: Hardiknas 2026, Guru Besar UIN Jakarta Ungkap Tiga Tantangan Utama Pendidikan Indonesia
Melalui teks amanat upacara Hari Pendidikan Nasional 2026, Abdul Mu'ti berpesan bahwa kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa pola pikir yang maju, mental yang kuat dan misi yang luirus.
Selengkapnya, simak teks amanat Mendikdasmen RI sebagai amanat upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Tribunnews.com merujuk Pedoman Upacara Hardiknas 2026 dari Kemendikdasmen RI, berikut ini.
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Shalom,
Om swastiastu,
Namo budhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu,
Yang terhormat,
Para tokoh pendidikan, para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan. Para pelajar, anak-anak Indonesia hebat di tanah air dan di mancanegara.
Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, marilah kita bersyukur atas rahmat, nikmat, dan karunia yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada kita semua dan kepada bangsa Indonesia. Puji syukur, alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional dalam keadaan sehat walafiat dan kehidupan bangsa dan negara yang aman, rukun, dan damai.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.
Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak
Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among; asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan, pembinaan).
Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa.
Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya.
Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.
Berdasarkan landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional.
Untuk melaksanakan Pembelajaran Mendalam sebagaimana mestinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis:
Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai.
Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar. Pada tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan.
Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban.
Guna memenuhi kualifikasi guru, Pemerintah memberikan beasiswa 3.000.000 rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru.
Para guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, dan Bahasa Inggris.
Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, di mana nominal tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan. Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik.
Ketiga, Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid.
Sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati. Diperlukan usaha bersama agar sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.
Termasuk program penguatan karakter adalah penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan, dan berbagai penguatan karakter melalui experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) dan hidden curriculum (kurikulum tersembunyi).
Kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian.
Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain untuk mengetahui kemampuan akademik secara individual dan kelembagaan, TKA juga menjadi alat evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan, dan salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Berbagai lomba olahraga dan seni diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat serta jiwa kesatria.
Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel.
Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, keadaan fisik, dan faktor penghambat lain, dibukakan kesempatan melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), komunitas belajar, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan lainnya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan peningkatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat.
Dalam 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan.
Kementerian menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam dan luar negeri yang selama ini telah bekerja sama dengan baik.
Akhir kata, berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
Om santi santi santi om,
Namo budhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.
Adapun teks amanat pembina Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 dari pidato Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti dapat didownload di link berikut:
Teks Amanat Upacara Hardiknas 2026 PDF: KLIK LINK DOWNLOAD
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)