Mendikti Minta Kampus Adaptasi, Ilmu Relevan dengan Perkembangan Iptek dan Kebutuhan
GH News May 02, 2026 10:14 AM
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi terus beradaptasi agar ilmu yang diajarkan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masa depan. Upaya ini bagian dari rangkaian pendidikan dasar ke pendidikan tinggi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Hal ini disampaikan Brian saat memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di lapangan Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026). Ia menyatakan pembaruan berkelanjutan menjadi kunci agar proses pembelajaran di perguruan tinggi tetap relevan dengan dinamika zaman.

"Pendidikan tinggi juga harus terus beradaptasi melalui pembaharuan berkelanjutan agar ilmu yang diajarkan senantiasa relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masa depan " ucapnya.

Brian menambahkan, upaya itu diperkuat melalui kolaborasi yang melahirkan solusi. Jika pada jenjang sekolah peserta didik dibentuk untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan karakter yang kuat, maka di tingkat perguruan tinggi kapasitas tersebut harus dikembangkan lebih lanjut untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

"Melalui kemitraan pentahelix, program Magang Berdampak Katalisator Kemitraan Berdikari, serta pengembangan taman sains dan teknologi, perguruan tinggi terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan bangsa," ucapnya.

Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kompleks Kementerian Pendidikan, Jakarta, Sabtu (2/5/2026) yang dipimpin Mendiktisaintek Brian Yuliarto.Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kompleks Kementerian Pendidikan, Jakarta, Sabtu (2/5/2026) yang dipimpin Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: Trisna Wulandari/detikEdu

Sebelumnya, Kemdiktisaintek mengungkapkan rencana penataan prodi. Dalam hal ini, Brian menyatakan, prodi didorong untuk memutakhirkan pengetahuan yang diajarkan secara berkelanjutan agar tetap relevan.

"Terkait dengan program studi ya, alih-alih kita menutup program studi, program studi ini justru kita kembangkan. Dalam artian apa? Dalam artian program studi kita dorong ya untuk terus melakukan pengetahuan yang diajarkan," ujarnya di sela Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Graha Kemdiktisaintek Gedung D, Senayan, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri menghasilkan industri baru. Berangkat dari industri tersebut, prodi melakukan perbaikan dan pengembangan berdasarkan hasil peninjauan secara berkala.

"Industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai . Makanya ini yang kita dorong, dan seluruh dunia memang melakukan itu, program studi itu setiap 4 tahun, bahkan setiap 2 tahun, itu berbeda-beda, melakukan peninjauan kembali," terangnya.

Ia mencontohkan, jurusan teknik elektro di masa lalu dengan masa kini mengalami perubahan seiring perubahan zaman. Hal ini salah satunya dipengaruhi perkembangan teknologi, termasuk berkembangnya (IoT).

Sementara dengan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan komputasi kuantum, lulusan perlu disiapkan untuk mampu bekerja selaras dengan perkembangan teknologi di masa depan.

"Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng- secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.