Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - SMA Negeri 1 Kota Bogor berpotensi tidak akan membuka sistem zonasi di sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Hal ini mencuat saat SMAN 1 Kota Bogor diproyeksikan sebagai Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, Pemkot Bogor akan tetap memberikan masukan.
“SMA itu kan kewenangananya Provinsi. Pasti mereka juga sudah ada kajiannya. Saya pikir kita ikuti saja. Nanti kita beri masukannya,” kata Dedie Rachim kepada TribunnewsBogor.com di Hardiknas Lapangan Sempur, Sabtu (2/5/2026).
Secara lokasi memang SMAN 1 Kota Bogor dikelilingi oleh bangunan perkantoran serta ibadah.
Mulai dari Gereja Katedral, Kantor Kelurahan, bahkan ada Istana Bogor.
Namun, Dedie Rachim tidak menampik bahwa zonasi ini bisa dilakukan sebagai skala priroitas warga sekitar yang memang ingin sekolah di SMAN 1 Kota Bogor.
“Tentu ini kita jadikan sebagai pertimbangan, meskipun didomani oleh perkantoran tetapi tentu prioritas warga harus diperhatikan,” tandasnya.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Kota Bogor tidak akan memberlakukan sistem zonasi saat sistem penerimaan siswa baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Calon siswa yang beralamat dekat dengan SMAN 1 Kota Bogor terancam masuk ke sekolah swasta.
Hal ini terungkap usai SMAN 1 Kota Bogor diproyeksikan sebagai Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Ada beberapa aspek yang nantinya menjadi syrat masuk ke dalam sekolah maung atau SMAN 1 Kota Bogor yaitu prestasi akademik dan non akademik, MCB lalu zonasi dan domisili itu kemungkinan besar akan ditiadakan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Fajar Muhammad Nur kepada TribunnewsBogor.com usai sidak, Rabu (29/4/2026).
Fajar melanjutkan, sistem zonasi seharusnya tetap diberlakukan.
Untuk kuotanya nantinya disesuaikan dengan keputusan.
“Lalu masukan dari teman-teman juga harus tetap mengadakan zonasi dan afirmasi walaupun kuotanya sedikit,” ujarnya.