Renungan Harian Harian Katolik
Sabtu, 2 Mei 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Pesta Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja
MENGENAL YESUS: TIDAK MENGENAL BAPA-NYA
(Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4; Yoh. 14:7-14)
"Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau tidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri." (Yoh. 14:11)
Keselamatan tetap terbuka bagi opsi, tawaran dan kebenaran pun tidak dapat dipaksakan namun tidak bisa dibungkam.
Adalah kebenaran sejati bahwa Yesus itu Anak Allah. Yesus datang dari Bapa dan menyatakan secara sempurna kasih Allah kepada dunia.
Yesus sendiri menegaskan bahwa melihat Dia, melihat Bapa, mengenal Aku berarti mengenal Bapa juga. Mengenal Allah Bapa sebagaimana mengenal Yesus bukanlah hal yang gampang. Para rasul telah mengenal dan bergaul akrab dengan Yesus.
Dekat, kenal dan akrab dengan Yesus ternyata tidak menjamin bahwa akan mengenal Bapa-Nya dalam Yesus dengan mudah.
Kenyataan ketidaktahuan para murid tentang pengenalan Bapa-Nya, di luar dugaan Yesus. Pernyataan Filipus, "Tuhan tunjukkan Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami." (Yoh. 14:9).
Mengenal Yesus beserta pengajaran dan pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan belum cukup meyakinkan para murid bahwa Bapalah yang mengutus-Nya dengan kekuatan kuasa penuh.
Pemikiran bahwa Yesus terpisah dengan Bapa-Nya cukup dominan. Melihat Yesus belum tentu melihat Bapa dugaan para murid.
Kebimbangan ini membuat Yesus berupaya lebih serius untuk dengn penuh kelembutan mentransformasi mereka lebih matang. Akhirnya Tuhan Yesus dapat menolong mereka menjadi pewarta dahsyat kabar gembira.
Giat mewartakan dan membagi kasih Allah kepada semua orang. Mewartakan dan menyatakan kebenaran kepada setiap orang yang percaya.
Para rasul terus berjuang maju dalam tugas pewartaan, mukjizat diadakan, sebab kuasa Allah menyertai mereka. Bahkan mereka bisa melakukan hal-hal yang lebih besar.
Paulus dan Barnabas ditolak dan dianiaya. Komitmen menjadi pewarta militan sudah terpatri dalam sanubari mereka sebagai rasul yang telah bergaul akrab dengan Guru-Nya.
Sukacita mereka bertambah karena keajaiban terjadi dan mukjizat dilakukan bahkan bisa melalukan hal yang lebih besar lagi.
Kesaksian para rasul membawa efek keselamatan yang luar biasa. Kasih Tuhan kepada sesama semakin nyata. Yesus pun semakin dikasihi, diterima dan banyak orang percaya kepada Dia. Nama Tuhan makin terukir di dalam hati orang-orang yang percaya. Injil pun semakin diimani dan diterima.
Sikap yang mesti ditunjukkan ialah percaya pada Yesus atau menolak-Nya. Orang Yahudi Antiokhia percaya kepada Allah namun tidak menerima Yesus sebagai utusan-Nya. Orang-orang bukan Yahudi lebih siap menerima Yesus sebagai Putra Allah.
Mereka sederhana namun tulus beriman, kaum kecil yang disepelekan namun memiliki sukacita sebab Roh Kudus selalu membimbing mereka sebagai pengikut setia Tuhan.
Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah." (Mzm. 98:3cd-4).
Kebenaran pasti ditantang namun tidak dibungkam. Orang-orang Yahudi iri hati ketika orang banyak datang berkumpul untuk mendengarkan pengajaran Paulus dan Barnabas.
Semakin tertantang mereka bertambah berani mewartakan Yesus yang wafat namun bangkit atau hidup lagi. Warta kesalamatan harus sampai ke ujung bumi. Orang mengenal Yesus serentak mengenal Bapa dalam Surga.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan IV paskah/,A/II, 020526)