Makna Tarian Mandar “Siri Persimpangan Zaman” yang Tampil di Hardiknas Pasangkayu
Abd Rahman May 02, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Tarian Adat Mandar “Siri Persimpangan Zaman” Tampil Memukau di Hardiknas 2026

Tarian adat Mandar berjudul “Siri Persimpangan Zaman” menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (2/5/2026), usai pelaksanaan upacara di halaman Kantor Bupati Pasangkayu.

Penampilan yang dibawakan oleh dua siswa SMAN 1 Lariang, Kersi Malliungan dan Fikri Adriansyah, berhasil menarik perhatian ratusan peserta yang hadir.

Sejak awal, gerakan tari yang penuh ekspresi langsung membuat suasana berubah hening dan fokus tertuju ke panggung pertunjukan.

Baca juga: Panduan Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 192–193 Kurikulum Merdeka Bab Qada dan Qadar

Baca juga: Bupati Arsal Ajak 271 Anak Putus Sekolah di Mateng Kembali Meraih Mimpi Lewat Pendidikan

Tarian ini tidak hanya menyajikan keindahan gerak, tetapi juga membawa alur cerita yang kuat dan emosional. Setiap adegan disampaikan dengan penghayatan tinggi, sehingga penonton larut dalam kisah yang ditampilkan.

Kepala SMAN 1 Lariang, Nurwahida Wahab, menjelaskan bahwa tarian tersebut mengangkat nilai siri dalam budaya Mandar, yakni konsep harga diri yang dijunjung tinggi masyarakat.

“Dalam budaya Mandar, siri adalah prinsip hidup. Harga diri sangat dijaga dan bisa menjadi pemicu konflik jika dilanggar,” ujarnya.

Dalam cerita yang dibawakan, tarian ini menggambarkan seorang putri yang memilih kawin lari tanpa restu orang tua, hingga memicu konflik keluarga yang berakhir tragis.

Adegan puncak terjadi saat tokoh lelaki ditikam oleh ayah pihak perempuan, yang membuat suasana di lokasi seketika hening dan penuh emosi.

Menurut Nurwahida, persiapan penampilan ini dilakukan selama sekitar satu bulan melalui latihan intensif, mulai dari gerakan, ekspresi, hingga pendalaman karakter.

HARI PENDIDIKAN-Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus saat memimpin upacara peringatan hari pendidikan tahun 2026 di halaman kantor bupati Pasangkayu, Sabtu (2/5/2026).
HARI PENDIDIKAN-Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus saat memimpin upacara peringatan hari pendidikan tahun 2026 di halaman kantor bupati Pasangkayu, Sabtu (2/5/2026). (Taufan/Taufan)

Ia menegaskan, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga ruang penting untuk melestarikan budaya daerah dan membentuk karakter siswa.

Tarian Siri Persimpangan Zaman pun menjadi salah satu penampilan yang paling berkesan dalam rangkaian Hardiknas 2026 di Pasangkayu, karena mampu menyampaikan pesan budaya secara kuat dan menyentuh.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.