TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang pemancing di Sungai Opak, tepatnya di kawasan Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran kecil.
Buaya sepanjang 50 centimeter tersebut tengah berjemur di bantaran sungai.
Pemancing bernama Ahmad Mukhlis itu melihat buaya tengah berjembur sekitar pukul 14.45 WIB.
Temuan tak lazim itu kemudian diinformasikan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada Damkarmat BPBD Bantul.
"Jadi awalnya seorang warga Ahmad Mukhlis mancing dan melihat ada buaya sedang berjemur di bantaran Sungai Opak sekitar pukul 14.45 WIB," kata Kabid Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan saat dihubungi wartawan melalui telepon, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari Kompas.com.
Warga yang mendapatkan laporan kemunculan seekor buaya pun langsung berdatangan ke lokasi penemuan.
Tak lama kemudian, lima orang petugas Damkarmat Bantul juga datang untuk mengevakuasi buaya tersebut.
Menggunakan alat pelindung diri dan sejumlah peralatan, petugas kemudian mengevakuasi buaya tersebut.
"Akhirnya buaya bisa dievakuasi, untuk panjang buaya sekitar 50 sentimeter," kata Kristanto.
Setelah tertangkap, buaya yang belum diketahui asal usulnya tersebut langsung dievakuasi ke kantor Damkarmat Piyungan.
Damkarmat kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kelanjutan penanganan buaya tersebut.
"Informasi terbaru, hari Senin (4/5/2026) DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) mau ke pos Damkar Piyungan untuk mengecek, tapi belum tahu juga mau diambil atau tidak," kata dia.
Baca juga: Tak Lagi Jadi Penonton, Kelompok Tani Bakal Dilibatkan Pasok Bahan Pangan MBG
Sungai Opak adalah salah satu sungai paling ikonik dan memiliki nilai historis serta spiritual yang tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sungai Opak ini berhulu di lereng selatan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman.
Karena berhulu di gunung berapi aktif, sungai ini menjadi jalur utama aliran lahar dingin saat erupsi Merapi terjadi.
Sungai ini mengalir ke arah selatan melewati wilayah Klaten dan Bantul, hingga bermuara (hilir) di Samudra Hindia.
Lokasi muaranya berada di daerah Pantai Depok dan Pantai Samas, Kabupaten Bantul.
Di daerah dekat muara, Sungai Opak bertemu dengan Sungai Oyo, salah satu anak sungai terbesarnya.
Secara alami, Sungai Opak bukanlah habitat asli atau ekosistem alami buaya muara dalam jumlah besar atau populasi yang menetap secara permanen seperti sungai-sungai di Kalimantan atau Sumatra.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, warga sering melaporkan penampakan buaya muara (Crocodylus porosus) di area hilir atau muara Sungai Opak (sekitar Jembatan Kretek atau Pantai Depok).