2.661 Jemaah Haji Lampung dari 5 Kloter Telah Tiba di Madinah
Reny Fitriani May 02, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 2.661 jemaah dari lima kelompok terbang (kloter) telah tiba di Madinah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026).

Namun, ada sebanyak enam jemaah yang tercatat gagal berangkat.

Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung M Ansori F Citra mengatakan, total jemaah yang telah masuk ke Asrama Haji Lampung mencapai 2.667 orang.

Sebanyak enam jemaah di antaranya batal berangkat karena faktor kesehatan.

"Ada enam orang secara keseluruhan. Rinciannya, lima orang dipastikan batal berangkat tahun ini karena kondisi kesehatan yang tidak laik (unfit)," ungkap Ansori di Asrama Haji Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Kondisi Jemaah Haji Lampung Kloter Pertama Masuki Hari Kelima di Madinah

Ia menyebutkan, ada jemaah yang batal berangkat karena harus menjalani cuci darah.

"Yang batal itu ada yang karena hemodialisa. Ada juga karena faktor usia yang sangat sepuh. Satu orang lagi statusnya tunda berangkat karena masih dalam perawatan medis," jelasnya.

Ansori menambahkan, bagi jemaah yang saat ini masih diobservasi atau dirujuk, pihaknya akan mengupayakan untuk diberangkatkan bersama kloter berikutnya apabila dinyatakan sembuh oleh tim dokter.

Disinggung mengenai kondisi jemaah Lampung yang sudah berada di Madinah, Ansori memastikan mayoritas dalam keadaan sehat.

"Laporan dari ketua kloter di sana, jemaah sudah mulai melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi. Memang ada beberapa lansia yang mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh, namun secara umum kondisi kesehatan mereka terpantau baik dan stabil," tutupnya.

Jumatan di Nabawi

Sementara itu, memasuki hari kelima di Madinah, Arab Saudi, 445 jemaah haji asal Bandar Lampung yang tergabung dalam Kloter JKG 07 dilaporkan dalam keadaan stabil dan sehat, Jumat (1/5/2026).

Sebagai rombongan pertama yang bertolak dari Bumi Ruwa Jurai, para jemaah kini tengah fokus menjalani rangkaian ibadah Arbain di Masjid Nabawi sembari beradaptasi dengan cuaca di Tanah Suci.

Kemarin mereka melaksanakan salat Jumat perdana di Masjid Nabawi, Madinah.

Ketua Kloter JKG 07, Winardi, mengungkapkan bahwa ritme aktivitas jemaah sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Selain memenuhi kewajiban ibadah, para jemaah juga mulai memanfaatkan waktu luang untuk bersosialisasi dan menikmati suasana kota.

"Alhamdulillah jemaah salat lima waktu ke Masjid Nabawi. Kemudian ada waktu-waktu senggang ya bisa jalan-jalan ke taman atau cari oleh-oleh," ujar Winardi saat dihubungi dari Bandar Lampung, Jumat.

Mengenai kondisi jemaah, Winardi memastikan bahwa seluruh anggota kloter yang berjumlah 445 orang, termasuk petugas, berhasil diberangkatkan secara utuh tanpa ada yang tertunda.

Meski terdapat beberapa jemaah yang mengalami keluhan kesehatan ringan, hal tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran akibat kelelahan.

"Kalau Kloter JKG 07 alhamdulillah berangkat semua. 445 (jemaah) itu, termasuk petugas, berangkat semua. Kalau untuk yang sakit, sakit biasa saja, memang dari Tanah Air sudah sakit," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setibanya di Madinah, kondisi fisik para jemaah justru menunjukkan tren positif. "Di sini cenderung tidak ada peningkatan sakit tapi lebih baik," kata dia.

Penurunan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan hingga saat ini belum ditemukan.

"Keluhan ringan-ringan saja, paling pusing, atau capek. Insya Allah secara keseluruhan masih normal. Mudah-mudahan sampai nanti puncak haji masih tetap baik-baik saja," tambah Winardi.

Winardi melanjutkan, salah satu faktor pendukung tetap primanya kondisi jemaah adalah cuaca di Madinah yang saat ini tergolong cukup bersahabat bagi jemaah asal Indonesia. Suhu udara dilaporkan berada di angka yang tidak terlalu ekstrem.

"Cuaca juga cukup bagus di sini, di kisaran 34 derajat (celsius)," kata Winardi.

Untuk diketahui, keberangkatan Kloter JKG 07 ini menjadi pembuka fase pemberangkatan ibadah haji 1447 Hijriah dari Lampung.

Mereka berangkat dari Asrama Haji Lampung pada Minggu (26/4/2026), dengan dilepas oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela.

Persiapan

Ratusan jemaah calon haji asal Bandar Lampung yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 12 memadati Gedung Madinatul Hujaj (Aula Oranye) Asrama Haji Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (1/5/2026).

Pantauan di lokasi, terlihat deretan jemaah dengan pakaian seragam batik motif khas haji Indonesia memenuhi kursi-kursi antrean.

Para petugas kesehatan nampak sigap mendampingi para jemaah lansia yang harus dibantu menggunakan kursi roda untuk mobilitas.

Ansori menjelaskan, Aula Oranye menjadi titik krusial di mana jemaah menerima berbagai fasilitas sebelum masuk ke kamar asrama.

"Pagi ini (kemarin) kita menerima kedatangan jemaah JKG 12 asal Bandar Lampung full. Begitu masuk gerbang, mereka langsung kita berikan sarapan. Setelah itu, satu per satu dipanggil petugas untuk melalui alur pemeriksaan yang sudah kita siapkan," ujar Ansori.

Ansori memaparkan, jemaah dibagi menjadi dua jalur, yakni jemaah pria dan wanita. Di sana, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum mendapatkan hak-hak lainnya.

"Setelah cek kesehatan, mereka menerima living cost, gelang identitas, tali asih dari gubernur, paspor, tiket pesawat, hingga kartu nusuk. Terakhir di dekat pintu keluar, mereka diberikan perbekalan kesehatan sebelum menuju gedung asrama," lanjutnya.

Selanjutnya, para jemaah akan diberi waktu istirahat sebelum kembali melakukan pemeriksaan X-Ray, untuk kemudian bertolak ke Tanah Suci.

Secara umum, Ansori mengatakan belum ada kendala berarti yang dihadapi selama musim haji tahun ini. Namun, ia tidak menampik adanya kendala kesehatan yang sering muncul akibat faktor kelelahan.

"Kendalanya biasanya tensi naik, saturasi, atau gula darah yang tidak stabil karena kurang istirahat. Jika ditemukan kondisi seperti itu, petugas kesehatan langsung melakukan observasi atau merujuk ke rumah sakit jika diperlukan penanganan khusus," pungkasnya.

5 Jemaah Meninggal

Sementara itu, Kemenhaj RI menginformasikan lima jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci pada hari ke-10 pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Terbaru, Kemenhaj menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah bernama Tukiman Sardi Kromo Karso (54) dari kloter PDG-04 asal Kota Bengkulu dan Dawanus Mahmud Muhammad Hasyim (51) dari kloter BTH-05 asal Kabupaten Kampar, Riau.

"Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, kami sampaikan terdapat dua jemaah wafat atas nama Tukiman Sardi Kromo Karso dan Dawannus Mahmud Muhammad Hasyim," kata Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa dalam konferensi pers, Kamis (30/4). "Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga total jemaah wafat sampai saat ini berjumlah 5 jemaah," sambungnya.

Sementara itu, di sektor kesehatan, sebanyak lima jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 89 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

"Hingga kini, terdapat 49 jemaah masih menjalani perawatan," tuturnya.

Kemenhaj mencatat sebanyak 54.604 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada hari ke-10.

Sementara itu, 132 kloter dengan 52.343 jemaah telah tiba di Madinah dan secara bertahap menempati hotel yang telah disiapkan pemerintah.

"Alhamdulillah, hingga hari kesepuluh operasional haji, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik di seluruh titik layanan," ucapnya.

Adapun, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekkah dilakukan secara bertahap untuk melanjutkan rangkaian ibadah hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto/tribun network)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.