TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kasus pembacokan yang terjadi di Desa Damar Makmur, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menemui titik terang.
Polisi mengungkap, aksi brutal tersebut dilakukan pelaku dalam kondisi mabuk berat hingga diduga mengalami halusinasi.
Kasatreskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso, menjelaskan bahwa tidak ditemukan motif khusus di balik peristiwa tersebut. Pelaku, Agus (35), disebut tidak berada dalam kondisi sadar saat melakukan penyerangan.
“Jadi yang di Tualan Hulu itu motifnya ya karena pelaku ini mabuk. Jadi pelakunya mabuk, ya kalau mabuk itu tentunya nggak sadar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
Dalam kondisi tersebut, lanjut Sugiharso, pelaku diduga mengalami halusinasi yang memicu tindakan kekerasan tanpa alasan jelas.
“Tak ada apa, halusinasi mungkin itu. Namanya mabuk itu kan dia nggak ada motif apa-apa karena dalam keadaan mungkin kurang kesadarannya,” katanya.
Meski dilakukan tanpa motif yang jelas, polisi menegaskan bahwa perbuatan pelaku tetap merupakan tindak pidana serius karena telah menyebabkan korban mengalami luka berat.
“Tapi perbuatannya itu dapat dipidana karena mengakibatkan kerugian atau merusak kesehatan orang lain,” tegasnya.
Peristiwa itu sendiri terjadi pada Rabu (29/4/2026) tengah malam. Saat itu, korban Albino alias Dino (46) diserang menggunakan parang oleh pelaku secara tiba-tiba.
Serangan tersebut membuat korban mengalami luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit dan belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik.
“Korban sampai sekarang belum dapat kita minta keterangan karena masih sakit dan dirawat di rumah sakit. Nanti setelah sembuh baru kita lakukan pemeriksaan,” jelas Sugiharso.
Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri. Namun pelariannya tak berlangsung lama.
Beberapa jam kemudian, ia berhasil diamankan warga bersama aparat saat hendak kabur ke arah Kabupaten Katingan.
Baca juga: Polsek Cempaga Hulu Kotim Serius Tangani Kasus Penusukan di Desa Sudan oleh Orang Tak Dikenal
Baca juga: Polisi Masih Selidiki Penusukan Pekerja PT GAP di Bagendang Tengah Kotim, Korban Dilaporkan Kritis
Saat ini, pelaku telah ditahan di Polres Kotim. Penanganan kasus pun telah diambil alih oleh pihak kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut.
“Untuk pelaku sudah kita lakukan penahanan di polres. Penanganannya kita ambil alih di Polres Kotim,” ujarnya.
Meski belum mendapatkan keterangan dari korban, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan. Hal itu karena alat bukti yang diperlukan dinilai telah cukup kuat.
“Alat bukti sudah terpenuhi, banyak saksi yang melihat, barang bukti juga sudah kita sita. Hasil visum juga sudah ada sehingga perkara ini bisa kita lanjutkan ke tahap penyidikan,” pungkasnya.