Laporan Wartawan Tribun Papua.com,Taniya Sembiring
TRIBUN-PAPUA.COM JAYAPURA – Suasana khidmat mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (2/5/2026).
Perayaan yang digelar di Lapangan Pemkot Jayapura ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru dan diikuti para pejabat, dan pegawai di lingkungan Kota Jayapura.
Baca juga: DLH Biak Numfor Siapkan 16 Sekolah Menuju Program Adiwiyata Nasional 2026
Dalam amanatnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’Ti, dibacakan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menegaskan, pendidikan adalah pondasi utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 yang memgusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini menekankan perlunya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta semangat gotong royong.
Pendidikan, menurutnya, harus menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Abdul Mu’Ti mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hardiknas sebagai ajang refleksi untuk meningkatkan kualitas diri dan kualitas pendidikan.
Baca juga: PT Berkat Cipta Abadi Bantu 50 Meja Kursi Baru untuk 2 Sekolah di Papua Selatan
Ia menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan penuh kebersamaan.
“Anak-anakku sekalian, belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta jadilah pribadi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian,” tegasnya.
Dalam amanatnya, Abdul Mu’Ti juga menyoroti tantangan era transformasi digital. Generasi muda diingatkan agar bijak memanfaatkan teknologi, menggunakannya untuk belajar, berkarya, dan berinovasi.
Baca juga: Wapres Gibran Bagi Perlengkapan Sekolah Untuk Pelajar Mimika
“Kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan sikap selektif dan tanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, penghargaan tinggi diberikan kepada para guru yang disebut sebagai pilar utama pendidikan.
Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembimbing, motivator, dan inspirator. Dedikasi dan pengabdian mereka menjadi fondasi kuat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Amanat tersebut juga mengingatkan kembali filosofi Ki Hajar Dewantara yang tetap relevan hingga kini: Ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani — di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan.
Baca juga: Siapkan SDM Unggul, Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Sekolah Kedinasan di Puncak Jaya
Filosofi ini menjadi pedoman dalam membentuk generasi unggul yang siap menghadapi dinamika zaman.
Mengakhiri sambutannya, Abdul Mu’Ti berharap semangat Hardiknas 2026 semakin menguatkan tekad bersama untuk memajukan pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
“Pendidikan adalah kunci utama membangun bangsa. Melalui pendidikan, kita tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat moral, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara,” tutupnya.
Dengan amanat tersebut, peringatan Hardiknas di Jayapura tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk memperteguh komitmen bersama dalam mencetak generasi emas Indonesia. (*)