TRIBUNJAMBI.COM– SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd terus mendorong penguatan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja melalui pembentukan Komite P2HIV/AIDS serta pelaksanaan program berkelanjutan sejak tahun 2014.
Health and Medical Management Supervisor, M Nasirudin, mengatakan bahwa keberadaan komite tersebut merupakan bentuk implementasi dari regulasi pemerintah, khususnya Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV di Tempat Kerja.
“HIV/AIDS ini merupakan masalah besar, baik secara global maupun nasional. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Karena itu, perusahaan wajib hadir melakukan pencegahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui komite tersebut pihaknya secara aktif melaksanakan berbagai kegiatan seperti sosialisasi, edukasi, serta kampanye terkait HIV/AIDS, termasuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Program ini sudah kami jalankan sejak 2014. Selain itu, kami juga rutin melibatkan karyawan dan keluarga dalam edukasi agar pemahaman tentang HIV semakin baik,” tambahnya.
Atas konsistensi tersebut, PetroChina Jabung menerima berbagai penghargaan dari Gubernur Jambi dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Bahkan pada tahun 2026, PetroChina kembali berhasil meraih penghargaan tertinggi dengan kategori Platinum, meningkat dari sebelumnya dari kategori Gold.
Penghargaan terbaru diberikan oleh Al Haris di Kantor Disnakertrans Provinsi Jambi pada 30 April 2026. Nasirudin menyebut penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program ke depan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi luar biasa bagi kami. Harapannya, ke depan program ini bisa semakin baik dan memberi dampak lebih luas,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menggandeng berbagai stakeholder seperti Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten, termasuk Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, serta Disnakertrans untuk memperkuat edukasi dan pencegahan.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengapresiasi langkah perusahaan yang dinilai proaktif dalam menjaga kesehatan pekerja. Ia menyoroti kondisi pekerja yang tinggal di asrama dan jauh dari keluarga memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit, termasuk HIV/AIDS.
“Perusahaan harus memastikan pekerjanya tetap sehat. Pengawasan dan edukasi menjadi hal penting agar tidak terjadi penyebaran HIV/AIDS,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, menegaskan bahwa penghargaan diberikan kepada perusahaan yang berhasil menerapkan kebijakan non-diskriminatif terhadap pekerja dengan HIV/AIDS.
Menurutnya, pekerja yang terindikasi HIV tidak boleh didiskriminasi, diberhentikan, ataupun dikucilkan, melainkan harus tetap diperlakukan secara manusiawi sesuai aturan yang berlaku.
“Intinya adalah perlakuan yang adil tanpa diskriminasi, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.