Laporan wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kondisi longsor di jembatan Jl CR Sukandar, Sananwetan, Kota Blitar, bertambah parah, Sabtu (2/5/2026).
Sampai sekarang, belum ada penanganan terkait longsor di jembatan Jl CR Sukandar oleh Pemkot Blitar.
"Sampai sekarang belum ada perubahan, belum ada perbaikan, kurang tahu kapan perbaikannya, belum ada penjelasan dari pemerintah," kata warga di lokasi, Togar Vegantara (38), Sabtu (2/5/2026).
Peristiwa longsor di jembatan Jl CR Sukandar terjadi sejak Januari 2026.
Sejak terjadi longsor sampai sekarang, jembatan masih ditutup total untuk akses kendaraan.
Jembatan Jl CR Sukandar merupakan satu-satunya jalan tembus yang menghubungkan Jl Imam Bonjol dan Jl Dr Sutomo.
Baca juga: Jembatan Darurat Bondowoso Sudah Bisa Dilalui, Warga Minta Jangan Dibangun Setengah-setengah
Kondisi permukiman penduduk Jl CR Sukandar juga lumayan padat.
Selain itu, di Jl CR Sukandar juga terdapat satu fasilitas pendidikan.
"Selama ini yang dikeluhkan warga jembatan ditutup akhirnya akses terganggu. Ini satu-satunya jalan tembus. Warga harus putar jauh lewat Jl Sudanco Supriyadi atau Jl A Yani," ujarnya.
Longsor Juga Mengancam Rumah Warga
Longsor di jembatan Jl CR Sukandar juga mengancam bangunan rumah milik Togar.
Posisi rumah milik Togar berada persis di samping timur utara jembatan.
Halaman rumah Togar yang berdekatan dengan jembatan sudah ikut terseret tanah longsor.
"Beberapa kali masih terjadi longsor susulan, apalagi ketika hujan deras. Kondisi longsor tambah ke timur, mendekati rumah saya. Halaman rumah saya sudah ikut terseret longsor," ujarnya.
Khawatir terjadi longsor lagi, Togar bersama keluarganya harus menyewa kamar kos hanya untuk tidur.
Di rumah itu, Togar tinggal bersama istri, dua anak, dan ibu mertua.
"Sekarang saya kos di gang sebelah, masih satu RT. Kamar kos hanya untuk tidur waktu malam. Kalau siang tetap aktivitas memasak dan mencuci di rumah," katanya.
Dengan sewa kamar kos, otomatis biaya hidup Togar bertambah. Tiap bulan, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp 500.000 untuk membayar sewa kos.
"Harapannya segera diperbaiki. Supaya kami merasa nyaman tinggal di rumah. Selain itu, aktivitas warga juga mudah, tidak perlu putar jauh kalau jalan sudah dibuka lagi," ujarnya.
Perbaikan Jembatan Terkenda Anggaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Erna Santi mengatakan, saat ini, DPUPR sedang merencanakan perbaikan jembatan Jl CR Sukandar yang longsor.
Karena, kata Erna, peristiwa jembatan longsor terjadi pada awal tahun atau Januari 2026.
"Otomatis anggaran (perbaikan) belum tersedia. Kami juga akan mengusulkan ke pemerintah pusat jembatan darurat di lokasi. Nanti mana penangana yang paling cepat akan dilakukan," katanya.
Dikatakannya, DPUPR juga sedang mengusulkan anggaran sekitar Rp 600 juta untuk perbaikan jembatan Jl CR Sukandar.
Dengan anggaran itu, DPUPR akan melihat bagian jembatan yang mana dulu yang perlu segera diperbaiki.
"Bagian pondasi yang longsor di dua sisi, timur dan barat di sebelah utara. Targetnya, kalau anggaran tersedia, mungkin Juni 2026 bisa ditangani. Kendalanya memang anggaran belum tersedia," ujarnya.