Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Warga Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengeluhkan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan yang dinilai tidak memadai meski telah dibangun dengan anggaran besar.
Aparat Kampung Ararau, Kaur Pembangunan Ernius Pairi mengatakan, bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada saat ini belum mampu menunjang pelayanan kesehatan secara optimal bagi masyarakat.
Bangunan Pustu tersebut, katanya, sangat kecil sehingga tidak memadai untuk menampung pasien yang hendak berobat.
Baca juga: Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Kinerja Pelayanan Publik: Dari Krisis Nakes hingga Pemotongan Bansos
Menurutnya, fasilitas tersebut tidak dilengkapi ruang yang layak seperti kamar istirahat bagi tenaga kesehatan maupun ruang pelayanan yang memadai bagi pasien.
“Petugas kesehatan yang datang kesulitan tempat tinggal. Sementara masyarakat yang berobat harus berdiri atau duduk di luar karena ruangan tidak cukup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti proses pembangunan yang dinilai tidak maksimal, meskipun anggaran yang digelontorkan mencapai miliaran rupiah.
Ernius menilai dinas terkait jarang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Bangunan sudah ada, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik karena tidak memenuhi standar pelayanan,” tambahnya.
Selain itu, pelayanan kesehatan dari dinas terkait juga disebut tidak rutin.
Tenaga medis hanya datang dalam jangka waktu tertentu, bahkan bisa tiga bulan sekali.
Baca juga: Evaluasi Pelayanan RSUD Yowari: Nakes di IGD Siap-Siap Rolling ke Distrik
Akibatnya, warga lebih bergantung pada program Kampung Sehat yang menyediakan tiga tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat setempat.
“Kalau ada keadaan darurat, kami kesulitan karena harus ke puskesmas dengan kendala biaya transportasi, terutama bahan bakar,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat membangun fasilitas kesehatan yang lebih layak, lengkap dengan tempat tinggal bagi tenaga medis agar pelayanan bisa berjalan maksimal.
“Kalau dibangun, sebaiknya sekalian besar dan lengkap supaya petugas bisa tinggal dan melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya. (*)