Banyak ASN Memilih Tiarap dan Enggan Naik Jabatan, Bupati Bogor: Tidak Kenal Ordal, Tidak Punya Uang
Sinta Darmastri May 02, 2026 01:55 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Di balik megahnya gedung pemerintahan Kabupaten Bogor, tersimpan sebuah keresahan yang perlahan terkuak. Banyak talenta hebat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memilih tiarap dan enggan mengejar jabatan strategis. Alasannya klasik namun menyakitkan, mereka merasa tidak memiliki uang dan tidak punya jalur orang dalam.

Fenomena ini menjadi sorotan tajam Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Di tengah panasnya penyelidikan kasus dugaan jual beli jabatan yang kini ditangani pihak kepolisian, Rudy mengungkapkan potret buram mentalitas birokrasi yang terhambat oleh persepsi negatif.

“Banyak PNS dan ASN hebat di Kabupaten Bogor, tetapi pada saat ingin melangkahkan kakinya, maju ke depan, takut, takut karena apa? Tidak kenal dengan pejabatnya, tidak punya uang,” kata Rudy lugas kepada awak media saat menanggapi upaya pencegahan praktik lancung tersebut.

Meritokrasi sebagai Harga Mati

Menurut Rudy, hambatan terbesar pembangunan di Bogor bukanlah kurangnya orang pintar, melainkan sistem yang dipersepsikan tidak berpihak pada kompetensi (meritokrasi). Ia menegaskan bahwa di era kepemimpinannya, budaya setoran atau kedekatan personal harus segera dikubur dalam-dalam.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini berjanji bahwa promosi jabatan akan didasarkan sepenuhnya pada adu gagasan dan rekam jejak kinerja.

"Tunjukkan ide dan gagasan yang terbaik untuk membangun Kabupaten Bogor. Maka saat Anda sudah menunjukkan kinerja yang terbaik, tidak perlu takut dinilai oleh siapa pun," tegas Rudy, memberikan jaminan keamanan bagi para ASN yang selama ini merasa tersisih.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan panggung bagi mereka yang benar-benar bekerja untuk rakyat. “Kami pasti akan melihat dan tentunya Anda akan menduduki jabatan-jabatan strategis untuk bersama-sama dengan kami melayani masyarakat Kabupaten Bogor,” lanjutnya.

Baca juga: Ayah Wafat Ibu Terjerat Kasus Korupsi, Nadia Hasna Putri Bupati Bogor Coba Tegar: Aku Wanita Dewasa

Dukung Pengusutan Tuntas oleh Kepolisian

Kasus ini sendiri mencuat setelah Inspektorat Kabupaten Bogor melakukan audit investigasi terhadap 24 ASN. Hasilnya, ditemukan indikasi transaksi mencurigakan yang melibatkan empat orang, yang kini kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Bogor. Hingga saat ini, sedikitnya 13 saksi telah diperiksa.

Rudy mendukung penuh langkah aparat penegak hukum untuk membongkar tuntas praktik ini hingga ke akar-akarnya.

"Melihat adanya indikasi, maka yang berkewenangan menetapkan salah dan tidaknya adalah aparat penegak hukum. Maka kami serahkan kepada Polres Bogor. Mudah-mudahan di Polres Bogor nanti penyelidikan dapat dikembangkan lebih lanjut," ungkapnya.

Sayembara Berhadiah Kenaikan Pangkat

Sebagai bentuk keseriusan dalam membersihkan birokrasi, Rudy melakukan langkah berani. Ia membuka saluran pengaduan langsung bagi siapa saja yang menemukan praktik jual beli jabatan di lapangan. Tak tanggung-tanggung, ia menjanjikan "hadiah" istimewa bagi ASN yang memiliki keberanian untuk melapor.

Bupati berjanji akan memberikan kenaikan pangkat bagi para whistleblower atau pelapor yang terbukti mengungkap praktik koruptif di lingkungan Pemkab Bogor. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai kecurangan dan mengembalikan marwah ASN sebagai pelayan publik yang berintegritas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.