Kronologi Meninggalnya Myta Aprilia Dokter Internship yang Viral Sakit Tanpa Istirahat Tugas Jaga
Rusaidah May 02, 2026 03:28 PM

 

BANGKAPOS.COM – Begini kronologi dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang dikabarkan meninggal dunia setelah sempat dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Bukan tanpa alasan, meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy menuai sorotan dan reaksi warganet setelah adanya dorongan kasus yang menimpanya.

Bahkan warganet pun meminta kasus yang menimpa dr Myta Aprilia Azmy diusut tuntas.

Di tengah sorotan publik itu, Pengurus Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) bahkan telah lebih dulu bersurat ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meminta audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, yang menjadi lokasi penugasan dr Myta.

Baca juga: Sosok Myta Aprilia, Dokter Internship yang Viral Sakit Tanpa Istirahat Tugas Jaga Meninggal Dunia

Dalam surat tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri menyampaikan keprihatinan sekaligus mengungkap sejumlah temuan terkait kondisi kerja dokter internship.

“Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship,” tulis IKA FK Unsri dalam pernyataannya.

Mereka menyebut, dr Myta diduga mengalami beban kerja berat tanpa istirahat memadai selama menjalani masa internship.

Bahkan, meski kondisi kesehatannya menurun sejak Maret 2026, ia disebut tetap menjalankan tugas jaga.

“dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” bunyi kutipan surat tersebut.

Kondisi dr Myta sempat memburuk dengan saturasi oksigen di bawah 80 persen sebelum akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan penanganan intensif.

IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan minimnya supervisi dokter pembimbing, persoalan fasilitas seperti kekosongan stok obat, hingga adanya indikasi tekanan agar kondisi tersebut tidak meluas.

“Adanya arahan untuk merahasiakan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami,” tulis mereka.

Atas hal tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif.

“Kami mendesak Kemenkes RI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship,” tegasnya.

Terkait hal itu, pihak IKA FK UNSRI belum berkenan memberikan komentar terkait hal itu, dan menyerahkan sepenuhnya ke Kemenkes RI.

MENINGGAL DUNIA - Myta Aprilia Azmy, Dokter Internship RSUD di Jambi yang viral  kerja saat sakit meninggal dunia. Myta sebelumnya sempat dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
MENINGGAL DUNIA - Myta Aprilia Azmy, Dokter Internship RSUD di Jambi yang viral  kerja saat sakit meninggal dunia. Myta sebelumnya sempat dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. (Dokumen Pribadi)

Namun, berdasarkan informasi dari rekan sejawat korban, sekitar pukul 19.00 WIB keluarga bersama jenazah dr Myta telah dalam perjalanan menuju kampung halamannya di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan. 

Kronologi Kejadian

Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran tanah air usai dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship meninggal dunia, Jumat (1/5/2026).

Myta mengembuskan napas terakhir setelah menjalani masa kritis di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Baca juga: Kronologi Nenek 60 Tahun Tewas Dibunuh, Aksi Terekam CCTV, Satu Pelaku Wanita Mantan Menantu Korban 

Berdasarkan data yang dihimpun dari surat beredar dari IKA FK Unsri, kondisi kesehatan dr. Myta dilaporkan sudah mulai menurun sejak Maret 2026 saat bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. 

Meski sudah melaporkan gejala sakit, dr. Myta Aprilia diduga tetap dijadwalkan untuk berjaga malam dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas.

Kondisinya kian memburuk hingga saturasi oksigennya anjlok di bawah 80 persen. 

Akibat kondisi yang sangat kritis, ia kemudian dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan wafat. 

Jenazah almarhumah kini telah dalam perjalanan menuju kampung halamannya di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, Sumatra Selatan.

Sosok Myta Aprilia

Di balik kabar duka kepergian dr Myta Aprilia Azmy, tersimpan cerita mengenai sosok dokter muda yang dikenal penuh dedikasi, hangat, dan mencintai pekerjaannya sebagai tenaga medis.

Semasa hidupnya, dr Myta merupakan dokter umum yang tengah menjalani masa internship.

Ia dikenal memiliki semangat besar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, serta komitmen tinggi untuk terus belajar dan berkembang di dunia medis.

Dalam catatan pribadinya di linkedin.com, dr Myta menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mencintai profesinya.

Ia bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang aman, penuh empati, dan dapat diandalkan dalam setiap kesempatan.

“Saya benar-benar menikmati pekerjaan saya dan berkomitmen memberikan yang terbaik di setiap situasi klinis,” tulisnya.

Baca juga: Deretan Bisnis Afat Bos Timah Basel yang Aset Pribadinya Disita, Terdeteksi Sarang Burung Walet

Bagi dr Myta, keluarga menjadi pilar utama dalam perjalanan hidupnya. 

Ia kerap menyebut orang tua dan adiknya sebagai sumber kekuatan terbesar yang selalu mendorongnya untuk terus maju.

“My family… has always been my greatest source of strength and motivation,” tulisnya dalam penggalan lain.

Tak hanya berdedikasi dalam dunia medis, dr Myta juga dikenal sebagai pribadi yang hangat dan sederhana. 

Di sela kesibukannya, ia menyempatkan diri menikmati waktu bersama kucing peliharaannya serta bermain gim untuk melepas penat.

Bahkan, dengan gaya santai dan bersahabat, ia sempat menuliskan ajakan ringan kepada teman-temannya.

“If anyone wants to team up for a PUBG match, I’m always up for it!” tulisnya.

Sosok dr Myta juga menunjukkan sisi reflektif sebagai pribadi yang terus belajar menghargai diri sendiri dan bertumbuh menjadi lebih baik setiap harinya.

Kepergian dr Myta tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi dunia kesehatan, terutama bagi mereka yang mengenalnya sebagai dokter muda yang tulus, pekerja keras, dan penuh empati.

Temuan IKA FK Unsri dan Desakan Audit

Merespons tragedi ini, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) telah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI pada 30 April 2026. 

Dalam surat tersebut, IKA FK Unsri mengungkap sejumlah fakta mengkhawatirkan terkait lingkungan kerja di RSUD K.H. Daud Arif.

Beberapa poin krusial yang disoroti antara lain:

  • Almarhumah diduga bekerja tanpa istirahat memadai meski sedang sakit.
  • Kurangnya pendampingan dari dokter pembimbing selama masa magang.
  • Adanya laporan mengenai kekosongan stok obat-obatan di rumah sakit wahana tersebut.
  • Munculnya indikasi arahan untuk merahasiakan kondisi yang terjadi serta narasi yang menyudutkan dokter internship.

Menanti Langkah Kemenkes

Atas temuan tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kemenkes RI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship.

Mereka menilai rangkaian fakta tersebut sangat membahayakan keselamatan para dokter muda yang sedang bertugas.

Baca juga: Nasib Sopir Taksi Hijau, Mobilnya Diduga Pemicu Kecelakaan KRL Bekasi, Ternyata Baru 2 Hari Bekerja

Hingga saat ini, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi, sementara IKA FK Unsri memilih menyerahkan tindak lanjut sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan demi transparansi dan perbaikan sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.

"Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship," tulis IKA FK Unsri dalam pernyataan resminya.

Catatan: 

(TribunSumsel.com/Putri Kusuma Rinjani/Arief Basuki Rohekan/Linda Trisnawati) (Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.