TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Viral di media sosial belasan santri laki-laki diduga jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh alumni sekaligus pengajar.
Kejadian itu terjadi di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Dalan video yang beredar di media sosial, terlihat salah satu orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke Polres Bogor.
Terdengar, pria itu meminta dukungan dan perlindungan kepada semua pihak dan masyarakat atas kasus ini.
Ia menyebut bahwa terduga pelaku merupakan laki-laki dan korban juga merupakan santri laki-laki.
“Ini kasusnya udah banyak banget, bahkan dulu juga udah pernah ketahuan, cuma sangat lalai pondok pesantrenya. Saya minta dukungannya, ini korbannya sudah banyak sampai 17 orang, data dari pesantren,” kata dia dikutip dari X @dhemitisback.
Selain melaporkan pelecehan itu, ia juga meminta perlindungan untuk para korban dan keluarganya.
“Takutnya saya ada intimidasi dari keluarga yang lain juga, untuk anak saya juga, saya minta perlindungannya dari KPAI. Soalnya ini udah sakit banget hati saya,” kata dia.
Ia mengungkap kalau salah satu pelaku merupakan staf di pondok pesantren tempat anaknya menimba ilmu.
Menurut dia, kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak pondok pesantren.
Dari pihak ponpes rupanya hanya memberikan sanksi drop out kepada pelaku.
Baca juga: Santri di Ciawi Bogor Diduga Alami Pelecehan Seksual, Korbannya Lebih dari 1 Orang
Namun pelaku justru dipekerjakan kembali di ponpes tersebut.
“Iya (dipekerjakan kembali dan makin banyak korbannya),” kata dia.
Ia juga menyebut kalau dari pihak pondok pesantren tidak memberikan dukungan apapun pada korban.
Laporan pun dilakukan oleh ketiga korban, sementara korban lainnya belum berani lapor.
“Mungkin karena yang lainnya masih takut,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.
"Sudah kami terima laporannya kemarin sore," ujarnya kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).
Dalam pelaporan tersebut, terdapat tiga korban yang mengadu mendapat perlakuan tidak pantas.
Menurutnya, ketiga korban yang telah melapor tersebut merupakan santri laki-laki.
"Itu ada beberapa orang (terlapor). Jadi banyak keterangannya, terkait dengan pengajar atau bukan saya belum nanya ke pihak pesantren," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan proses penyelidikan masih dilakukan dan akan melakukan pemeriksaan terhadap korban.
"Korban belum diperiksa lagi kita jadwalin. Rabu dia pemeriksaan psikolog ke Pemda, katanya mau disekalinin Rabu," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t