Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua
Roifah Dzatu Azmah May 02, 2026 03:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Anggota Komisi A DPRK Teluk Bintuni dari Fraksi Demokrasi Gerakan Nasional, Roy Masyewi, menyampaikan refleksi dan harapannya dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada hari ini Sabtu (2/5/2026).

Roy mengungkapkan, peringatan Hardiknas yang diikutinya melalui upacara resmi memberikan kesan mendalam, terutama saat mendengar lagu “Tanah Papua” yang membangkitkan kenangan masa lalunya sebagai seorang guru di wilayah pedalaman.

“Puji Tuhan, momen ini mengingatkan saya kembali saat mengabdi sebagai guru di pedalaman. Suara hati itu mendorong saya untuk terus menyuarakan kepentingan pendidikan, khususnya di daerah terpencil,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Guru Asal Toraja di Pedalaman Fakfak: Serunya Mengajar di Tengah Keterbatasan

Sebagai anggota Komisi A yang membidangi pendidikan, Roy menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Teluk Bintuni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk kenaikan pangkat bagi sejumlah guru serta pengakomodiran tenaga guru kontrak.

“Walaupun belum semua terakomodir, tetapi sudah ada langkah nyata dari pemerintah daerah. Ini patut kita apresiasi,” katanya.

Selain itu, Roy juga menyoroti peluncuran program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) oleh pemerintah daerah tahun ini. 

Ia berharap program tersebut mampu mendukung para tenaga pendidik, khususnya mereka yang telah lama mengabdi.

Ia turut memberikan semangat kepada para guru, terutama yang bertugas di wilayah pedalaman, agar tetap menjalankan tugas mulia dengan penuh dedikasi.

“Saya sebagai mantan guru tidak akan melupakan teman-teman yang masih mengabdi di pedalaman. Saya akan terus membantu menyuarakan agar pendidikan berjalan sesuai harapan kita bersama,” tegasnya.

Baca juga: Semangat Hardiknas, DPRK Teluk Bintuni Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kolaborasi Daerah

Lebih lanjut, Roy berharap program-program pemerintah pusat, seperti sekolah rakyat, dapat selaras dengan program pemerintah daerah dan benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.

“Jangan hanya terfokus di wilayah perkotaan. Anak-anak asli Papua yang berada di kampung-kampung juga harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam program tersebut,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai faktor pendukung keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Kalau situasi aman, maka proses belajar juga akan berjalan dengan baik,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.