Langkah Tegas Kemenkes RI, Usai dr Myta Aprilia Viral 'Dipaksa' Kerja Saat Sakit, Meninggal Dunia
Slamet Teguh May 02, 2026 03:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya buka suara terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, yang dikabarkan 'dipaksa' kerja sehingga menyebabkan kelelahan.

Melalui rilisnya yang disampaikan ke Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Sabtu (2/5/2026) siang, melalui Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes terdapat 7 poin.

Pertama, Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy, serta belasungkawa kepada keluarga dan sejawat. 

Kedua, peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Kementerian Kesehatan. 

Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi terpadu yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, dan tim ahli profesi untuk melakukan penelusuran menyeluruh.

Ketiga, Investigasi dilakukan secara komprehensif untuk menelusuri seluruh rangkaian kejadian, termasuk aspek pelayanan medis, tata kelola wahana internsip, beban kerja, pendampingan peserta, serta proses skrining kesehatan sebelum penempatan.

Keempat, pendalaman juga dilakukan melalui audit rekam medis, penelusuran proses medical check-up, serta pengumpulan keterangan dari keluarga, rekan sejawat, pendamping internship, dan tenaga medis/tenaga kesehatan yang menangani almarhumah.

Kelima, informasi awal terkait kondisi kesehatan almarhumah, termasuk dugaan penyakit penyerta, akan diverifikasi lebih lanjut.

Karena itu, Kemenkes tidak akan berspekulasi dan menunggu hasil investigasi secara menyeluruh selesai.

Keenam, apabila ditemukan ketidaksesuaian standar atau kelalaian, Kemenkes akan mengambil langkah tegas, termasuk pembekuan sementara wahana internsip maupun fasilitas kesehatan yang terlibat dalam internsip sampai rekomendasi hasil evaluasi dan perbaikan tuntas dilakukan.

Terakhir, hasil investigasi ini akan menjadi dasar penguatan sistem, termasuk evaluasi nasional terhadap screening kesehatan, monitoring peserta, dan mekanisme perlindungan dokter internsip agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga: Berduka, dr. Gia Pratama Soroti Meninggalnya dr. Myta Dokter Internship: Sakitmu Harus Didengar

Baca juga: Breaking News : Keluarga dr Myta Aprilia Dukung IKA FK Unsri Agar Program Internship Diinvestigasi

Dimakamkan di OKU Selatan

Kepergian dr Myta Aprilia Azmy menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar.

Dokter muda yang tengah menjalani program internship itu dikenal sebagai sosok harapan keluarga yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa tugasnya dan resmi menjadi dokter umum.

Terkait munculnya surat dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) yang meminta investigasi, pihak keluarga mengaku mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Keluarga menyatakan dukungan terhadap upaya tersebut.

Meski begitu, keluarga menegaskan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi atau menyalahkan pihak tertentu, melainkan berharap adanya kejelasan dan perbaikan sistem ke depan.

“Kami mendukung langkah IKA FK Unsri untuk dilakukan investigasi, agar ada perbaikan sistem kerja bagi dokter internship ke depan. Kami tidak ingin ada kejadian serupa terulang,” kata dr Pebri Mahardika, perwakilan keluarga almarhumah.

Diketahui, dr Myta merupakan putri dari pasangan Khadriatul Azmi dan Okta Yusri, SKM., M.M, yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan. 

Kehilangannya menjadi pukulan berat, terutama karena ia disebut sebagai tumpuan keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa keluarga masih dalam kondisi berduka mendalam atas kepergian dr Myta.

“Almarhumah ini merupakan harapan besar keluarga. Sebentar lagi seharusnya menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum,” ujarnya.

dr Myta diketahui menjalani program dokter internship dari Kementerian Kesehatan RI di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Kuala Tungkal.

Ia telah hampir satu tahun menjalani tugas tersebut dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2026.

Sempat Dirawat

Sebelum meninggal dunia, dr Myta sempat mendapatkan perawatan di Kuala Tungkal dan dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Jambi. Saat itu, kondisinya disebut sempat mengalami perbaikan, meski belum ada kejelasan terkait rekomendasi pemulangan.

Namun, setelah kembali ke Palembang, kondisi kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin selama kurang lebih tiga hari.

dr Myta akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 11.20 WIB.

Prosesi pemakaman dilaksanakan di pemakaman umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, yang dihadiri keluarga dan kerabat dengan suasana haru.

Kepergian dr Myta tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap sistem kerja dan perlindungan bagi dokter internship di Indonesia.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.