Kemenkes Usut Tuntas Wafatnya dr. Myta: Tim Investigasi Terjun ke Jambi
Darwin Sijabat May 02, 2026 05:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM  – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan atensi serius terhadap kabar duka meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship yang tengah bertugas di Provinsi Jambi. 

Sebagai langkah nyata, Kemenkes resmi menerjunkan tim investigasi terpadu untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini, terutama terkait dugaan beban kerja yang berlebih.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (2/5/2026), Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes menjabarkan tujuh poin krusial sebagai respons atas tragedi tersebut. Berikut adalah rangkuman langkah strategis yang diambil otoritas kesehatan:

Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, hingga tim ahli profesi. 

Tim ini bertugas menelusuri secara komprehensif seluruh aspek, meliputi tata kelola wahana internsip, beban kerja, hingga proses skrining kesehatan peserta sebelum diterjunkan ke lapangan.

Proses pendalaman fakta tidak hanya dilakukan melalui wawancara dengan rekan sejawat, pendamping, dan keluarga, tetapi juga mencakup audit rekam medis serta penelusuran proses medical check-up almarhumah.

Sikap Tegas dan Evaluasi Sistem

Menanggapi isu mengenai kondisi kesehatan penyerta almarhumah, Kemenkes memilih untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil verifikasi tim investigasi selesai sepenuhnya. 

Baca juga: Direktur RSUD KH Daud Arif Panggil Dokter dan Komite Medik Terkait Kematian Dokter Myta

Baca juga: Pelanggaran Kode Etik, Peradi Jambi Bekukan Izin Beracara Rahmad Cs

Namun, lembaga ini menjanjikan tindakan keras jika ditemukan bukti adanya kelalaian prosedur.

"Apabila ditemukan ketidaksesuaian standar atau kelalaian, Kemenkes akan mengambil langkah tegas, termasuk pembekuan sementara wahana internsip maupun fasilitas kesehatan yang terlibat," tulis pernyataan resmi Kemenkes.

Hasil investigasi ini nantinya tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan kasus dr. Myta, tetapi juga menjadi fondasi penguatan sistem perlindungan dokter internship secara nasional. 

Hal ini mencakup evaluasi terhadap mekanisme monitoring peserta dan skrining kesehatan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Direktur RSUD KH Daud Arif Panggil Dokter dan Komite Medik

Pihak RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, telah memanggil beberapa pihak untuk menggali keterangan terkait kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter lulusan Unsri yang sedang penugasan internship atau magang di RSUD tersebut.

Dokter Myta meninggal dunia diduga dipaksa bekerja saat sakit.

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, menyatakan telah memanggil dokter yang sering berkomunikasi dengan dokter Myta.

Dari hasil meminta keterangan kepada dokter tersebut, Sahala menyebut bahwa dokter Myta sudah lama sakit batuk disertai sesak napas.

"Sudah lama sakitnya. Dia itu masuk rumah sakit 11 Maret," katanya melalui ponsel, Sabtu (2/5/2026).

Terkait dugaan perundungan terhadap dokter Myta, Sahala membantahnya.

"Kalau di-bully, itu tidak benar. Saya sudah panggil dokter. Komite medik juga sudah saya panggil. Semua saya panggil," ujarnya.

Dokter Myta mengembuskan napas terakhir setelah kritis dan menjalani perawatan intensif di RSMH Palembang.

Baca juga: Satbrimob Polda Jambi Sigap Bantu Warga Terdampak Banjir di Sarolangun

Baca juga: Hasan Basri Harahap Jabat Ketua NasDem Tanjabbar, Terima SK dari Syarif Fasha

Baca juga: Tujuh Penambang Ilegal di Merangin Diamankan Polisi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.