Breaking News : Keluarga dr Myta Aprilia Dukung IKA FK Unsri Agar Program Internship Diinvestigasi
Slamet Teguh May 02, 2026 03:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Kepergian dr Myta Aprilia Azmy menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar.

Dokter muda yang tengah menjalani program internship itu dikenal sebagai sosok harapan keluarga yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa tugasnya dan resmi menjadi dokter umum.

Terkait munculnya surat dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) yang meminta investigasi, pihak keluarga mengaku mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Keluarga menyatakan dukungan terhadap upaya tersebut.

Meski begitu, keluarga menegaskan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi atau menyalahkan pihak tertentu, melainkan berharap adanya kejelasan dan perbaikan sistem ke depan.

“Kami mendukung langkah IKA FK Unsri untuk dilakukan investigasi, agar ada perbaikan sistem kerja bagi dokter internship ke depan. Kami tidak ingin ada kejadian serupa terulang,” kata dr Pebri Mahardika, perwakilan keluarga almarhumah.

Diketahui, dr Myta merupakan putri dari pasangan Khadriatul Azmi dan Okta Yusri, SKM., M.M, yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan. 

Kehilangannya menjadi pukulan berat, terutama karena ia disebut sebagai tumpuan keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa keluarga masih dalam kondisi berduka mendalam atas kepergian dr Myta.

“Almarhumah ini merupakan harapan besar keluarga. Sebentar lagi seharusnya menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum,” ujarnya.

dr Myta diketahui menjalani program dokter internship dari Kementerian Kesehatan RI di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Kuala Tungkal.

Ia telah hampir satu tahun menjalani tugas tersebut dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2026.

Baca juga: Dimakamkan di TPU OKU Selatan, Program Internship dr Myta Aprilia Harusnya Berakhir Agustus 2026

Baca juga: Penjelasan RSMH Soal Penyebab Meninggalnya dr Myta Aprilia yang Viral Dipaksa Kerja Saat Sakit

Sempat Dirawat

Sebelum meninggal dunia, dr Myta sempat mendapatkan perawatan di Kuala Tungkal dan dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Jambi. Saat itu, kondisinya disebut sempat mengalami perbaikan, meski belum ada kejelasan terkait rekomendasi pemulangan.

Namun, setelah kembali ke Palembang, kondisi kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin selama kurang lebih tiga hari.

dr Myta akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 11.20 WIB.

Prosesi pemakaman dilaksanakan di pemakaman umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, yang dihadiri keluarga dan kerabat dengan suasana haru.

Kepergian dr Myta tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap sistem kerja dan perlindungan bagi dokter internship di Indonesia.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.