- Hanya dalam waktu 24 jam, Amerika Serikat (AS) mengirim 6.500 ton amunisi dan peralatan militer ke Israel.
Informasi tersebut dibenarkan Kementerian Pertahanan Israel pada Kamis (30/4/2026). Israel mengatakan, dua kapal kargo tiba di pelabuhan Ashdod dan Haifa. Kapal tersebut membawa ribuan amunisi, truk militer, hingga kendaraan taktis ringan gabungan.
"Dua kapal kargo yang membawa ribuan amunisi udara dan darat, truk militer, Kendaraan Taktis Ringan Gabungan (JLTV), dan peralatan militer tambahan telah dibongkar di pelabuhan Ashdod dan Haifa," kata Kementerian Pertahanan, dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (1/5/2026).
Perangkat keras itu selanjutnya dimuat ke ratusan truk dan dipindahkan ke pangkalan-pangkalan Israel di seluruh negeri. Menurut data Kementerian Pertahanan, Israel telah menerima lebih dari 115.600 ton peralatan militer AS sejak perang Iran pada akhir Februari 2026. Sebanyak 403 pengiriman dilakukan dari udara dan 10 pengiriman laut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan bahwa pihaknya siap setiap saat jika diminta menyerang Iran lagi. Ia memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi Tel Aviv. Kedatangan ribuan amunisi AS ke Israel bertepatan dengan laporan media bahwa Pentagon berencana menyerang Iran kembali.
Surat kabar Axios menyebut bahwa Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper telah memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump. Pengarahan itu terkait pembaruan aksi militer dengan tujuan agar Iran menyetujui kesepakatan. Sementara itu, menurut laporan Fox News, apa yang digambarkan Cooper sebagai pukulan terakhir terhadap Iran dapat mencakup gelombang serangan singkat dan dahsyat. AS bisa saja menargetkan aset militer, kepemimpinan, dan infrastruktur Iran yang tersisa.