SURYA.CO.ID - Sosok Dimaris Isni Sitio, nenek 60 tahun yang dibunuh dan dirampok di rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Kamis (30/4/2026), terungkap.
Ternyata nenek Dimaris dikenal baik hati dan dermawan oleh para tetangganya.
Karena itu, kabar meninggalnya Nenek Dimaris sempat membuat tetangganya syok dan kehilanganm.
Isra, tetangga korban yang juga Ketua RT setempat, mengaku tak menyangka rumah yang selama ini dikenal hangat justru menjadi lokasi kejahatan sadis.
“Semua warga syok. Kami tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa beliau,” ujar Buk Isra dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga: Sosok Pembunuh Nenek 60 Tahun di Pekanbaru Diduga Eks Menantu dari Kampung, Baru Nikah Sudah Kabur
Di mata warga, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang baik dan peduli lingkungan.
Ia disebut tak pernah sungkan menyapa siapa pun yang ditemuinya. Bahkan saat Hari Raya Idulfitri, korban kerap berbagi THR kepada anak-anak di sekitar rumahnya.
“Beliau orangnya ramah. Anak-anak senang karena kalau lebaran sering diberi THR,” kata Isra.
Tangis warga pecah saat mendatangi jenazah korban sebelum dimakamkan di rumah duka. Satu per satu tetangga datang melayat dengan wajah penuh duka.
Banyak yang tak kuasa menahan air mata karena kehilangan sosok yang selama ini dikenal suka membantu sesama.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha (66).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, Salmon mengajak istrinya, Dimaris, untuk keluar rumah mengurus pajak kendaraan. Namun, korban memilih tetap tinggal di rumah.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon kembali ke rumah dan mendapati pintu dalam keadaan terbuka.
Merasa curiga, ia langsung masuk dan menuju kamar. Di sana, kondisi sudah berantakan.
Ia kemudian mencari istrinya hingga ke kamar mandi, namun tidak ditemukan.
Pencarian berlanjut ke bagian dapur. Di sanalah Salmon menemukan istrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan luka pada bagian wajah yang mengeluarkan darah. Di sekitar kamar mandi juga terlihat banyak bercak darah.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Sekitar pukul 17.30 WIB, tim identifikasi dari Polresta Pekanbaru tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara guna dilakukan visum dan autopsi.
Pembunuhan dan perampokan ini diduga dilakukan empat orang.
Satu di antaranya ternyata istri dari anak korban atau menantu yang sudah lama berpisah.
Hal ini diketahui dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian saat pembunuhan itu terjadi.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, memperlihatkan detik-detik mulai pelaku datang, hingga menghabisi nyawa korban, mengambil harta benda dan melarikan diri.
Baca juga: Alasan Tersangka Penusukan Nus Kei Dijerat Pembunuhan Berencana, Hendrikus Rahayaan Sempat Galau
Tampak pelaku terdiri dari wanita dan pria.
Dalam rekaman CCTV, pelaku wanita bahkan sempat berbincang dengan korban.
Tiba-tiba, datang seorang pelaku pria membawa sepotong kayu dan langsung menghajar bagian wajah korban.
Pelaku memukul korban beberapa kali hingga korban tak bergerak.
Dalam kondisi korban yang sudah tak berdaya, pelaku masih mengayunkan kayu yang dipegangnya beberapa kali ke arah wajah dan leher korban.
"Jumlah pelakunya sekitar 4 orang. Namun bisa jadi lebih. Karena itu baru hasil pendalaman sementara berdasarkan rekaman CCTV yang kita dapatkan," sebut Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).
Dodi menegaskan, identitas pelaku sudah dikantongi oleh pihaknya. Kini sedang dalam proses pengejaran.
"Untuk pelaku dari analisa CCTV sudah diketahui, saat ini sedang kami kembangkan guna dilakukan penangkapan," tegasnya.
Salah satu pelaku diduga berinisial AF, mantan menantu korban.
Informasi yang didapat Tribunpekanbaru.com, sebelumnya anak korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) dinikahkan dengan seorang wanita dari kampung berinisial AF.
Tapi beberapa bulan berselang, wanita yang baru dinikahkan tersebut kabur.
"Setelah kabur, istrinya itu ternyata masih di Pekanbaru," ujarnya.
Sejak itu, beberapa kali harta benda di rumah tersebut kerap hilang, ada dugaan eks menantu korban kerap datang saat rumah kosong.
"Jadi suka hilang barang-barang, makanya dipasang CCTV di rumah itu," katanya, Jumat (1/5/2026)
Poliso saat ini tengah mencari AF. Di antaranya dengan mendatangi keluarganya.
"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).