Persiapan Sudah 95 Persen, CJH Trenggalek Berangkat 18 Mei 2026 Mendatang
Rendy Nicko May 02, 2026 05:49 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek dijadwalkan berangkat pada tanggal 18 Mei 2026 ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Saat ini persiapannya sudah 95 persen, dengan membagikan seluruh koper beserta perlengkapannya.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Hamzah Subkhan menerangkan untuk persiapan CJH Trenggalek saat ini sudah hampir 95 persen.

Yaitu sudah tuntas terkait dengan paspor, visa, kartu izin. H2ingga nanti akan diberikan di Asrama Haji Sukolilo sudah selesai.

"Kemudian kemarin koper sudah kita distribusikan ke jemaah. Tinggal nanti dikumpulkan kembali insyaallah tanggal 16 Mei 2026 di KBIH masing-masing" ujar Hamzah Subkhan di Alun-alun Trenggalek, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Deni Wicaksono Ungkap Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Momen Hardiknas 2026

Subkhan menerangkan untuk jumlah CJH Trenggalek keseluruhan sementara 452 orang. Akan tetapi karena fluktuatif ada yang sakit, ada yang meninggal, sehingga saat ini nanti kira-kira sekitar masih 450.

"Jumlah tersebut itu tersebar dari berapa kloter di Trenggalek. Yaitu kloter Kloter 105 itu 347 orang. Kloter 106 ada 100, kloter 109, 2 orang serta Kloter 110 ada 2 jemaah," ulasnya.

Perihal satu jemaah yang meninggal dunia, Subkhan menerangkan mekanisme penggantian sesuai dengan prosedur. Yaitu yang meninggal tentu akan digantikan oleh porsi yang lain.

"Tentu porsi yang lain itu akan muncul dari Jawa Timur tentunya begitu yang tentukan siapa yang naik. Tetapi sekali lagi tidak menutup kemungkinan itu juga dari Trenggalek," bebernya.

Hari ini tadi dikatakannya adalah pelepasan CJH serta doa bersama dari KBIHU NU. Sedangkan untuk besok adalah jadwal dari KBIHU Jabal Noor. 

"Ini tadi tasyakuran walimatussafar Safar dari masing-masing KBIHU," tambahnya.

Ia mengimbau kepada calon jemaah utamanya karena ini sudah mendekati waktu keberangkatan. Untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi mobilitas yang sangat menguras tenaga.

"Artinya sekali lagi tetap menjaga kebugaran agar kemudian tetap sehat. Kalau sehat tentunya pikirannya juga lebih tenang," pesannya.

Senada, Sekretaris KBIHU NU Trenggalek, H. Mohammad Nasron, memerinci total di KBIHUnya ada 190 jemaah tersebut terbagi ke dalam beberapa kelompok terbang (kloter).

Sebanyak 95 jemaah tergabung dalam kloter 105, sementara 91 jemaah lainnya berada di kloter 106.

Adapun empat jemaah yang sebelumnya berstatus cadangan dipastikan berangkat dengan pembagian dua orang di kloter 109 dan dua orang di kloter 110.

"Jumlah jemaah haji KBIHU NU tahun 2026 ini seluruhnya mencapai 190 orang. Meski ada komposisi pembagian kloter, jadwal ini tetap mengikuti skema yang ada, walaupun kemungkinan perubahan tetap terbuka mengingat adanya jemaah lansia," ujar Mohammad Nasron saat ditemui dalam kegiatan tasyakuran pemberangkatan di Masjid Agung Trenggalek.

Dari total jemaah tersebut, H. Nasron menyebutkan terdapat 16 jemaah yang masuk kategori lanjut usia (lansia).

Seluruh koper jemaah dijadwalkan terkumpul di kantor PCNU Trenggalek pada 14 Mei 2026 mendatang.

Selanjutnya, pada 16 Mei, seluruh jemaah diminta berkumpul di kantor NU. Puncak prosesi pemberangkatan akan dimulai pada malam 18 Mei 2026 di Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek.

"Jemaah dijadwalkan masuk ke pendopo pukul 00.00 WIB, dan akan resmi diberangkatkan atau keluar dari pendopo pada pukul 01.00 WIB tanggal 18 Mei," imbuhnya.

Menjelang keberangkatan, dirinya memberikan imbauan khusus agar para tamu Allah SWT tersebut senantiasa bertawakal guna mempermudah perjalanan ibadah di tanah suci.

Selain fokus pada rukun Islam kelima, ia menekankan pentingnya semangat tolong-menolong antar jemaah selama di perjalanan maupun saat menjalankan ibadah.

"Kami selalu mengimbau jemaah agar meniatkan diri untuk membantu sesama jemaah yang membutuhkan pertolongan di tanah suci kelak. Prinsip di NU adalah lebih baik menolong daripada ditolong," paparnya.

H. Nasron menambahkan, jumlah jemaah tahun ini relatif stabil jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ia mengaku adanya tren peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini menurutnya tidak lepas dari komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan maksimal, baik selama masa bimbingan, perjalanan, hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.