Andi Limbunan Targetkan Biliar Sumbang Medali PON 2028
Regina Goldie May 02, 2026 06:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Sulawesi Tengah, Andi Raharja Limbunan, menargetkan cabang olahraga biliar mampu menyumbang medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Diketahui, PON XXII akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Andi, kontribusi medali dari cabang olahraga biliar menjadi penting untuk mendongkrak posisi Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

“Kalau kita ingin masuk 10 besar, itu tidak mudah. Perolehan medali harus banyak, mungkin minimal sekitar 30 medali. Di situ biliar harus bisa berkontribusi,” ujar Andi usai dikukuhkan, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, olahraga biliar memiliki karakteristik berbeda dibanding cabang olahraga lainnya karena lebih menekankan pada aspek psikologi, ketenangan, dan akurasi.

Karena itu, kata dia, pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada teknik, tetapi juga kesiapan mental saat bertanding.

“Biliar ini bukan soal kekuatan fisik, tetapi bagaimana menjaga fokus, ketenangan, dan akurasi. Mental atlet menjadi kunci,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Andi mengaku akan memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini, sekaligus mendorong regenerasi atlet secara berkelanjutan.

Sejumlah atlet muda dinilai memiliki potensi besar, di antaranya Jayden Kenneth yang telah berprestasi di tingkat nasional hingga menembus delapan besar ajang ASEAN Pool, serta Fajar Alamri yang masih berusia lima tahun.

Baca juga: Andi Limbunan Nahkodai Pobsi Sulteng 2025–2029, Fokus Pembinaan Atlet Muda

Selain pembinaan atlet, Andi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelatih sebagai faktor penentu keberhasilan.

Ia menyebut, saat ini Pobsi Sulteng masih membutuhkan pelatih profesional yang tidak hanya piawai bermain, tetapi juga memiliki metode pelatihan yang terstruktur.

“Pelatih itu harus punya metode, mulai dari teknik break, strategi permainan, sampai penyelesaian bola. Ini yang sedang kami siapkan,” katanya.

Jika kebutuhan pelatih belum terpenuhi di dalam daerah, pihaknya akan membuka peluang kerja sama dengan pihak luar yang memiliki sumber daya pelatih berkualitas.

Di sisi lain, Andi juga memastikan penguatan organisasi akan terus dilakukan hingga ke tingkat kabupaten dan kota sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai ajang, termasuk PON 2028.

Ia menargetkan seluruh daerah di Sulawesi Tengah memiliki kepengurusan aktif agar pembinaan atlet berjalan merata.

“Semua daerah harus aktif, sehingga pembinaan bisa maksimal dan kita punya banyak pilihan atlet untuk dipersiapkan ke PON,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.