Andi Limbunan Nahkodai Pobsi Sulteng 2025–2029, Fokus Pembinaan Atlet Muda
Regina Goldie May 02, 2026 06:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Andi Raharja Limbunan resmi menakhodai Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Sulawesi Tengah periode 2025–2029 setelah dikukuhkan, Sabtu (2/5/2026).

Pengukuhan berlangsung di Hotel Santika Palu, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, berdasarkan Surat Keputusan PB Pobsi Nomor 02/Skeb/PBPobsi/I/2026 yang dibacakan Kabid Organisasi PB Pobsi, Agus Fakaubun.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan pataka dari Sekretaris Jenderal PB Pobsi, Ahmad Fadil Nasution, kepada Andi Limbunan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido, Wakapolda Sulteng Brigjen Helmy Kuarta Kusuma Putra, Ketua Harian KONI Sulteng, Wakil Wali Kota Palu, serta jajaran pengurus cabang Pobsi kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, Andi Limbunan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musoprov) pada 18 Desember 2025 melalui sidang pleno ke-3 yang diikuti 11 pengurus cabang Pobsi kabupaten/kota.

Usai dikukuhkan, Andi Limbunan menegaskan fokus utamanya pada pembinaan atlet muda sebagai langkah strategis untuk meningkatkan prestasi biliar Sulawesi Tengah.

Ia menyebut, pembinaan tidak hanya menyasar atlet, tetapi juga regenerasi wasit dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga biliar.

Baca juga: 17 Komunitas Jadi Peserta Lomba Line Dance di Banggai

“Sulawesi Tengah memiliki wasit bertaraf internasional, seperti Iqbal Sunusi. Ke depan, kami akan mendorong lahirnya wasit-wasit internasional baru, sekaligus memastikan regenerasi atlet berjalan berkelanjutan,” ujar Andi.

Ia juga menyoroti potensi atlet muda daerah yang dinilai perlu terus dikembangkan, di antaranya Ardi Ardiwinata, Jayden Kenneth, hingga Fajar Alamri yang masih berusia sangat muda namun memiliki potensi besar.

Selain pembinaan atlet, Andi menargetkan seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah memiliki kepengurusan aktif Pobsi. 

Saat ini, dari 13 daerah, baru 11 yang aktif, sementara Morowali Utara belum memiliki kepengurusan berjalan.

“Beberapa daerah yang sebelumnya tidak aktif sudah kami hidupkan kembali, seperti Banggai Laut. Ini bagian dari persiapan menghadapi Porprov agar seluruh daerah dapat berpartisipasi,” jelasnya.

Dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON), Andi menargetkan cabang olahraga biliar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan medali Sulawesi Tengah.

Menurutnya, untuk menembus 10 besar nasional dibutuhkan perolehan medali dalam jumlah besar, sehingga biliar diharapkan menjadi salah satu penyumbang utama.

“Biliar bukan hanya mengandalkan fisik, tetapi juga psikologi, ketenangan, dan akurasi. Karena itu, persiapan mental atlet menjadi sangat penting,” katanya.

Ia juga mengungkapkan rencana peningkatan kualitas pelatih melalui perekrutan pelatih profesional yang memiliki metode pelatihan terstruktur dan bersertifikasi nasional.

Jika diperlukan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pihak luar guna menghadirkan pelatih berkualitas untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.

Selain itu, Andi membawa sejumlah misi, di antaranya memperkuat tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta, serta meningkatkan intensitas kompetisi resmi di seluruh kabupaten/kota.

Ia juga menargetkan peningkatan jumlah pelatih dan wasit bersertifikat serta mendorong olahraga biliar menjadi lebih inklusif dan diminati masyarakat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.