BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kondisi memprihatinkan dialami Suratmi (63), warga Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Rumah yang telah lama ditempatinya kini dalam keadaan rusak dan tak layak huni.
Kondisi itu pun mendapat perhatian langsung dari Bupati Tapin, H Yamani, yang turun meninjau kediaman lansia tersebut.
Dalam kunjungannya, H Yamani melihat langsung kondisi ruang tengah hingga dapur rumah Suratmi.
Baca juga: Pipa Bocor di Bungur, Pelanggan Air Bersih di Tapin Terdampak, Distribusi Belum Normal
H Yamani juga memperhatikan lantai rumah yang sudah lapuk termakan usia.
Suratmi mengaku, rumah tersebut belum pernah direnovasi sejak suaminya, Bahrani, meninggal dunia.
Sejak saat itu, ia hanya tinggal bersama anak tunggalnya yang kini berusia 31 tahun.
“Keadaan ekonomi kami tidak memungkinkan untuk memperbaiki rumah,” ujar Suratmi dengan nada lirih.
Dia bahkan mengungkapkan pernah mengalami kejadian nyaris celaka akibat kondisi lantai yang rapuh.
“Pernah terperosok karena lantainya sudah lapuk,” tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, H Yamani mengaku prihatin.
Ia langsung melakukan pengecekan administrasi kependudukan milik Suratmi, mulai dari KTP hingga kartu keluarga.
Bupati H Yamani pun memastikan akan memasukkan rumah Suratmi ke dalam program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun kedua program pembangunan.
“Insya Allah akan kita masukkan dalam program rehab rumah layak huni 1.000 unit,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Bitahan Ahmad Rizani menyebutkan, jumlah warga di wilayahnya yang siap menerima bantuan program rehabilitasi rumah tidak layak huni mencapai 24 unit.
Baca juga: Terdampak PHK Karyawan Tambang, Rumah Kosan di Ayunan Papan Tapin Mulai Kosong
Dari jumlah tersebut, tujuh kepala keluarga telah siap dibangun dalam tahap awal, sementara 17 lainnya direncanakan melalui anggaran perubahan.
“Siap bangun tujuh kepala keluarga, sisanya 17 kepala keluarga melalui anggaran perubahan,” jelas Ahmad Rizani, Sabtu (2/5/2026).
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga kurang mampu di Kabupaten Tapin agar dapat tinggal di hunian yang lebih layak dan aman. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)