TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Dekan UIN di Jambi ketahuan istri selingkuh.
Ia digerebek istri dan keluarganya di kos-kosan.
Puluhan orang pun datang ke tempat tersebut.
Ia pun disoraki warga bahkan hingga kepalanya dijitak.
Baca juga: Sempat Dirawat, Pedagang yang Diseruduk Mobil Kadis di Pandeglang Meninggal Dunia, Tinggalkan 2 Anak
Tengah viral di media sosial video wakil dekan digerebek istrinya di kos-kosan saat bersama wanita lain.
Sosoknya adalah wakil dekan Universitas Islam Negeri atau UIN Sultan Taha Saefuddin Jambi.
Istri dan keluarganya turut terlibat dalam penggerebekan dosen berinisial DK di bilangan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (1/5/2026) malam.
Melansir dari TribunJambi, kepala DK menunduk saat diarak keluar dari kamar kos kawasan SImpang IV Sipin.
Baca juga: Sasar Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kiyai Cabuli 50 Santriwati di Ponpes, Iming-imingi Sekolah Gratis
Ada puluhan orang mendatangi kos.
Setelah itu, warga menyambutnya dengan sorakan kencang saat DK keluar.
Dosen laki-laki itu menutupi kepalanya menggunakan tangan, dikawal seorang TNI berseragam agar tidak dipukuli massa.
Namun, kepala dosen DK tetap tidak lolos dari jitakan warga.
Kampus Bertindak
Merespons informasi yang beredar, Rektor UIN Jambi, Profesor Kasful Anwar angkat bicara.
Ia mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran dan memutuskan untuk menonaktifkan jabatan pelaku.
"Setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan," kata rektor dalam rilis, Sabtu (2/5/2026), melansir dari Kompas.com.
Oleh karena itu, Kasful sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa penggerebekan salah satu oknum dosen itu.
"Kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam lagi untuk mengambil langkah tindakan tegas," sebut rektor.
Hal ini sebagai komitmen dalam menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan dalam kehidupan kampus.
Tindakan yang telah dilakukan sebagai berikut:
"Atas nama pimpinan dan mewakili institusi, kami juga meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini," kata rektor.
UIN Sultan Thaha Saefuddin Jambi memandang bahwa tindakan personal individu yang dilakukan oknum tersebut tidak serta-merta merepresentasikan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.
(*/ Tribun-medan.com)