TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kecamatan Wori di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkolaborasi dengan lintas sektor melakukan kerja bakti mengecor jalan penghubung desa.
Menurut Camat Wori Oktavianus Yus Mayuntu, kegiatan tersebut menindaklanjuti arahan Bupati Minut Dr Joune Ganda terkait langkah inovatif dan adaptif di wilayah.
Camat Wori Yus Mayuntu, begitu sapaannya, mengatakan bahwa kerja bakti tersebut merupakan komitmen untuk tetap memberikan pelayanan publik yang optimal dan memacu pembangunan infrastruktur.
"Jumat kemarin puluhan orang dari TNI Polri, masyarakat, anggota Dinas Damkar dan Penyelamatan serta anggota DPRD Dapil 3 melakukan kerja bakti mengecor jalan penghubung atau jalan potong antara Desa Wori dan Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori," kata Camat Wori Oktavianus Yus Mayuntu saat dikonfirmasi Tribun Manado, Sabtu (2/5/2026).
Tambah dia, kerja bakti mengecor jalan potong atau jalan penghubung akan kembali dilakukan pada Jumat 8 Mei 2026 pekan depan.
Hal tersebut dikarenakan jalan tersebut cukup panjang.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan kerja bakti perbaikan jalan memperliatkan kolaborasi solid dan apik antara berbagai pihak di Kecamatan Wori.
"Kami berkolaborasi untuk memastikan akses mobilitas masyarakat tetap terjaga. Ini adalah bentuk kerja nyata di tengah keterbatasan yang ada," tambahnya.
Camat Wori Mayuntu menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan atas arahan dan dukungannya.
Ia berterika kasih kepada Bupati Minut Joune Ganda dalam pengadaan material dan supervisi pembangunan, juga penghargaan kepada Anggota Dewan Dapil 3, unsur TNI/Polri, dan jajaran Pemerintah Desa, warga Desa Wori dan Desa Kima Bajo yang telah berinisiatif dan berpartisipasi aktif secara swadaya.
Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat tidak luntur.
Menurutnya, hal ini bukan sekadar cara menyelesaikan masalah infrastruktur, melainkan kekuatan inti dalam membangun desa.
"Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus kekuatan kita dalam membangun desa. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," tandasnya.
(TribunManado.co.id/Crz)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK