BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa’tul Lughah, Guru Annur Hidayatullah, hadir secara langsung pada konfrensi pers pengungkapan kasus pembunuhan Ustazah Hasanah yang jasadnya ditemukan di Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Pengasuh ponpes tempat korban mengajar ini mendengarkan secara langsung penjelasan Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda terkait kronologi, motif pembunuhan, hingga ancaman hukuman bagi para pelaku yang telah diamankan.
Selain pihak ponpes, hadir juga di Mapolsek Banjarbaru Utara keluarga korban yaitu ibu sambung dan kerabat korban lainnya.
Dalam keterangannya, Guru Annur Hidayatullah menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku pembunuhan disertai pencurian dengan kekerasan.
Baca juga: Dijerat Pembunuhan Berencana, Begini 2 Pembegal Ustadzah di Sungaiulin Banjarbaru Habisi Korban
“Kami segenap keluarga besar Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura mengucapkan terima kasih kepada kepolisian. Alhamdulillah sudah menangkap tersangka, itu suatu yang kami harapkan dari keluarga almarhumah dan teman-teman yang mengajar,” katanya, Sabtu (2/5/2026).
Ia berharap dan berdoa agar kejadian semacam ini yang menimpa seorang pengajar ponpes mereka, tidak terulang lagi di lain hari.
“Mudah-mudahan di negara kita, di Banjarmasin terutama, mudah-mudahan kriminal-kriminal mudah-mudahan tidak ada terjadi lagi. Amin,” kata Guru Annur.
Ia juga berharap, kedua tersangka agar dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya berdasarkan hukum yang berlaku di negara Indonesia.
“Inggih (iya), seberat-beratnyalah (hukumannya),” harapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Motif Pembunuh Ustadzah di Sungai Ulin Banjarbaru Terungkap, Pelaku Begal Korban
Diketahui, almarhum Ustazah Hasanah yang menjadi kroban dalam kasus ini merupakan seorang pengajar atau mudarrisah di Ponpes Muraa’tul Lughlah Martapura.
Di lingkungan pesantren, ia dikenal sebagai ustazah yang baik oleh santri dan rekan-rekan pengajarnya.
“Almarhumah mengajar ilmu Alat yaitu Nahu Syarof, di pesantren sudah sekitar 9 atau 8 tahunan. Kepribadianhya, orangnya ceria, pekerja keras juga,” ujar rekan mengajar korban di ponpes, Ustadz Muhammad Noraiman. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)