BREAKING NEWS Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Bandung, Pusat Gempa di Laut Akibat Aktivitas Subduksi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 14.42 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo M 4,0.
Parameter dan Lokasi Gempa
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.79° LS dan 107.27° BT.
Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 90 km Barat Daya Kabupaten Bandung dengan kedalaman hiposenter mencapai 28 km.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempabumi ini termasuk jenis gempabumi dangkal.
Pemicunya adalah aktivitas Subduksi Lempeng di wilayah tersebut.
Dampak Gempa dan Laporan Kerusakan
Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Cidolog dengan Skala Intensitas II MMI.
Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang ditimbulkan oleh guncangan tersebut.
Selain itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.55 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Catatan Terkait Gempa Bandung
Berdasarkan data terbaru dari BMKG pada hari ini, Sabtu 2 Mei 2026, gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Bandung berada pada skala Magnitudo 4,0.
Gempa ini masuk dalam kategori Ringan dengan dampak getaran yang dirasakan pada Skala II MMI di wilayah Cidolog, di mana benda-benda ringan yang digantung terpantau bergoyang.
Berikut adalah klasifikasi skala kekuatan gempa bumi berdasarkan magnitudo mulai dari yang terkecil hingga tertinggi:
- Magnitudo 1.0 – 1.9 (Mikro): Gempa sangat kecil yang tidak dirasakan manusia dan hanya terdeteksi oleh alat seismograf.
- Magnitudo 2.0 – 2.9 (Sangat Kecil): Umumnya tidak terasa, kecuali oleh segelintir orang yang berada dalam kondisi diam atau sangat tenang.
- Magnitudo 3.0 – 3.9 (Kecil): Sering dirasakan oleh orang di dalam ruangan, terutama di lantai atas, namun hampir tidak pernah menimbulkan kerusakan.
- Magnitudo 4.0 – 4.9 (Ringan): Getaran terasa nyata seperti ada truk yang melintas, menyebabkan benda gantung bergoyang, namun kerusakan bangunan sangat jarang terjadi.
- Magnitudo 5.0 – 5.9 (Sedang): Berpotensi merusak bangunan dengan konstruksi buruk, namun hanya berdampak kecil pada bangunan yang kokoh.
- Magnitudo 6.0 – 6.9 (Kuat): Memiliki kekuatan yang dapat merusak wilayah padat penduduk hingga radius 160 kilometer dari pusat gempa.
- Magnitudo 7.0 – 7.9 (Besar): Menyebabkan kerusakan serius dan luas pada berbagai infrastruktur serta bangunan di wilayah yang terdampak.
- Magnitudo 8.0 – 8.9 (Sangat Besar): Menghancurkan komunitas di sekitar pusat gempa dan menimbulkan kerusakan parah di area yang sangat luas.
- Magnitudo 9.0 ke atas (Luar Biasa): Menyebabkan kehancuran total di wilayah yang sangat luas dan dapat mengubah topografi bumi secara permanen.