TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kuliner di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tak melulu soto, bakso, mie ayam. atau sate kelinci.
Ada satu kuliner Karanganyar yang belakangan tengah naik daun, namanya adalah Rica-Rica Mentok Mbah Modin
Rica-Rica Mentok Mbah Modin terletak di Desa Songgorunggi, Kecamatan Jaten, Karanganyar.
Baca juga: Sejarah SDN Bromantakan, Sekolah Dasar Negeri Pertama yang Berdiri di Kota Solo Dibangun Tahun 1912
Warungnya tampak sederhana, berada di pinggir sawah, namun saban harinya Rica-Rica Mentok Mbah Modin selalu ramai pembeli.
Lokasinya berjarak 6,7 kilometer dari Pusat Kota Solo dan bisa ditempuh 14 menit kendaraan bermotor.
Sejarah Rica-Rica Mentok Mbah Modin
Cerita kesuksesan warung ini dimulai dari sebuah lahan bekas tempat pembuangan sampah (TPS) yang disulap menjadi lokasi makan bernuansa alami.
Fajar Ardi Yoga, putra dari pemilik warung, memegang peran penting dalam mewujudkan impian ini.
Bermula dari warung kecil dengan dua meja pada masa pandemi 2021, warung ini kini menjadi salah satu destinasi kuliner terfavorit di Karanganyar.
Baca juga: Sejarah Sawut, Kuliner Legendaris Solo Raya yang Terbuat dari Singkong, Asal-usul Namanya Unik
Bersama sang ayah, Sutardi atau yang akrab disapa Mbah Modin, keduanya membangun usaha ini dengan semangat pantang menyerah.
Meski awalnya belum bisa memasak rica-rica, Mbah Modin belajar secara autodidak, meracik bumbu sendiri hingga menemukan rasa khas yang kini menjadi ciri khas warungnya.
Rica-Rica Mentok dalam Tiga Versi
Menu utama di warung ini adalah rica-rica mentok, yang disajikan dalam tiga varian:
- Rica-rica basah: khas dengan kuah pedas manis yang menggoda selera.
- Rica-rica goreng: rasa lebih kering namun tetap kaya bumbu.
- Rica-rica kuah: untuk penikmat rica-rica yang lebih berlimpah kuah.
Harga per porsi sangat terjangkau, mulai dari Rp22.000 hingga Rp24.000.
Bila ditambah nasi dan minuman, pelanggan hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp30.000-an, sangat sebanding dengan rasa dan suasana yang didapat.
Bagi pengunjung yang tidak menyukai daging mentok, tersedia pula menu alternatif seperti soto ayam, soto sapi, sambal belut, dan ayam goreng.
Baca juga: Sejarah Bakmi Toprak, Kuliner Legendaris Solo Perpaduan Budaya Jawa, Eropa, dan Tionghoa
Suasana Alam yang Menenangkan
Salah satu daya tarik utama warung ini adalah lokasinya yang berada di tengah sawah.
Pelanggan dapat menikmati makanan sambil memandangi lanskap sawah yang terbentang luas, ditemani suara alam dan kereta api yang sesekali melintas di kejauhan.
Waktu terbaik untuk datang adalah sore hari saat cuaca cerah menghadirkan suasana makan yang sangat menyenangkan.
Tak heran, warung ini ramai dikunjungi bukan hanya oleh warga Karanganyar dan sekitarnya, tapi juga oleh wisatawan kuliner dari berbagai kota di Jawa Tengah.
Food vlogger nasional pun turut meramaikan popularitasnya melalui berbagai ulasan yang viral di media sosial.
Dari Keraguan Jadi Cabang Baru
Perjalanan Mbah Modin mendirikan warung ini tidak mudah.
Saat itu, ia masih bekerja di sebuah pabrik plastik yang sudah tidak stabil.
Dengan tekad bulat dan dorongan dari sang anak, ia keluar dari pekerjaannya dan berani membuka usaha sendiri di lokasi terpencil.
Keyakinan dan doa tak pernah sia-sia.
Warung ini langsung ramai sejak awal dibuka, dan kini telah memiliki dua cabang, yakni:
1. Warung utama di Desa Songgorunggi, Jaten
2. Cabang di Jl. Solo–Tawangmangu, Karanganyar (barat Luwes Jaten)
Kisah Mentok yang Terjual hingga 100 Ekor per Hari
Setiap harinya, warung Rica-Rica Mentok Mbah Modin mengolah 60–70 ekor mentok.
Saat akhir pekan atau liburan, jumlah ini meningkat hingga 100–110 ekor.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Mbah Modin bekerja sama dengan pedagang unggas dari kawasan Semanggi, Solo, dan kini dibantu oleh 30 karyawan di dua lokasi.