Reaksi Bobotoh atas Tuduhan Rasisme Marc Klok pada Pemain Bhayangkara FC, Minta Komdis Transparan
Ravianto May 02, 2026 07:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Isu dugaan tindakan rasisme yang menyeret kapten Persib Bandung, Marc Klok, dalam laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026), berbuntut panjang.

Marc Klok secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa insiden yang viral di media sosial hanyalah sebuah kesalahpahaman.

Reaksi Beragam Bobotoh

Di kalangan Bobotoh, insiden ini menuai respons berbeda.

Agi Arfin (32), Bobotoh asal Buah Batu, meminta semua pihak bersikap jernih dan menunggu keputusan Komite Disiplin PSSI daripada terpancing potongan video viral.

"Jangan langsung menyimpulkan. Tunggu dari Komite Disiplin PSSI saja agar transparan," kata Agi.

Baca juga: Kronologi Tuduhan Rasisme Marc Klok: Give Me The Ball Back, Henry Doumbia Sudah Akui Salah Dengar

Sementara itu, Aden (23) dari Ujung Berung meyakini kapten tim kesayangannya tidak mungkin berbuat rasis mengingat rekam jejak Klok selama berkarier di Indonesia.

"Klok sudah lama di Indonesia dan selama ini tidak pernah ada masalah soal sikap. Saya yakin dia tidak melakukan itu," ucapnya.

Kronologi Kejadian: "Give Me The Ball Back"

OFFICIAL STATEMENT - Pernyataan resmi Marc Klok dan Persib Bandung terkait tuduhan rasis pada pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia di laga Jumat 1 April 2025. Klok tegaskan Doumbia hanya salah dengar dan dia juga sudah meminta maaf.
OFFICIAL STATEMENT - Pernyataan resmi Marc Klok dan Persib Bandung terkait tuduhan rasis pada pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia di laga Jumat 1 April 2025. Klok tegaskan Doumbia hanya salah dengar dan dia juga sudah meminta maaf. (official Persib)

Marc Klok menjelaskan bahwa ketegangan bermula saat Persib mencetak gol untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-1. 

Saat itu, ia berusaha mengambil bola dari striker lawan, Henri Doumbia, agar permainan bisa segera dilanjutkan.

"Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'," ujar Klok dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa Doumbia sempat mengira dirinya mengucapkan kata "black", namun sang pemain lawan tersebut sudah mengakui kekeliruannya.

"Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata itu."

"Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan setim dan pelatihnya yang memiliki hubungan baik dengan saya," tegas Klok.

Kecam Sikap Manajer Lawan

Meski masalah dengan pemain di lapangan sudah klir, Klok menyayangkan sikap Manajer Bhayangkara FC, Sumardji.

Menurut Klok, Sumardji terus menudingnya rasis di lorong stadion hingga area ruang ganti meskipun tidak berada dekat dengan lokasi kejadian awal.

"Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya. Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC," tuturnya.

Dukungan Manajemen Persib

Manajemen Persib Bandung berdiri tegak membela kaptennya.

Persib menegaskan tidak mentolerir rasisme, namun juga bertanggung jawab melindungi pemainnya dari tuduhan yang tidak berdasar fakta.

"Kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang," tulis pernyataan resmi manajemen.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.