TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Seorang pedagang buah menjadi korban tabrak lari di Jalan Laksamana Malhayati, Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (2/5/2026) pagi
Korban yang merupakan pria lanjut usia (Lansia) menjadi korban tabrak lari pengemudi Fortuner di Jalan Laksamana Malhayati saat hendak berangkat menjajakan dagangannya.
Peristiwa kecelakaan hari ini itu bermula ketika korban hendak menyeberang pada zebra cross di Jalan Laksanakan Malhayati dekat Halte Agraria untuk menuju putaran arah di Kolong Tol Becakayu.
Saat korban sedang mendorong gerobaknya, dari arah Jatinegara menuju Duren Sawit melaju unit mobil lalu seketika menabrak korban dan gerobaknya, korban lalu terpental hingga beberapa meter.
"Dia baru mau berangkat dagang. Pas mau menyeberang itu tiba-tiba ada Pajero lewat, langsung menabrak korbannya," kata saksi mata, Budi Santoso (52) di Jakarta Timur, Sabtu (2/5/2026).
Kecangnya benturan mengakibatkan tubuh korban terpental hingga sekitar dua meter dari titik awal, sementara gerobak berikut sejumlah buah dagangan hancur berserakan.
Usai menabrak korban, pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya itu sempat berhenti di lokasi karena laju kendaraan terhalang gerobak dagang yang terpental.
Namun pengemudi mobil justru melaju mundur, lalu memacu kendaraan ke arah dari Bekasi meninggalkan korban yang terkapar di lokasi dalam keadaan mengalah pendarahan.
"Jadi habis menabrak kan berhenti, maju sedikit ke sisi kiri terus berhenti lagi. Tapi enggak tahu kenapa pikirannya si yang bawa mobil dia malah lanjut jalan lagi, ngebut," ujar Budi.
Warga sekitar tidak dapat mengejar pengemudi lantaran fokus menolong korban, namun seorang juru parkir sempat mencatat pelat nomor kendaraan yakni B 1756.
Saat kejadian korban sempat tidak sadarkan diri karena buruknya luka diderita dan kehilangan banyak darah, baru sekitar 30 menit setelah kejadian korban dapat sadarkan diri.
Warga sekitar dan pengendara melintas lalu bergegas menolong korban, mereka berupaya membalut kepala korban guna menghentikan pendarahan berat akibat kecelakaan.
"Saya langsung menolong korban, mau mengejar mobil bagaimana caranya karena enggak ada kendaraan. Korban sempat lama di sini, sekitar satu jam baru dibawa ke RS Harum," tutur Budi.