Shasmecka Nafisa Harjo Siswi SMAN 1 Solok Tembus Kampus Amerika Serikat, Siap Kuliah ke UNCC
Rahmadi May 02, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK— Impian untuk kembali ke tanah tempat ia menghabiskan masa remaja kini bukan lagi sekadar angan bagi Shasmecka Nafisa Harjo.

Siswi kelas XII.F3.1 SMAN 1 Solok ini baru saja mencatatkan prestasi membanggakan dengan diterima di dua perguruan tinggi di Amerika Serikat, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan cita-citanya di bidang medis dan laboratorium.

Keputusan untuk menyeberangi samudra demi pendidikan tinggi bukanlah sebuah kebetulan. 

Bagi Shasmecka, Amerika Serikat adalah rumah kedua yang memanggilnya kembali. Ia pernah menetap di negara tersebut selama tujuh tahun, tepatnya saat berusia 9 hingga 16 tahun.

"Keinginan untuk kembali ke Amerika sangat tinggi karena rencana keluarga yang akan pindah dan menetap di sana, tepatnya di Charlotte, North Carolina," ujar Shasmecka saat dihubungi dari Padang, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Wali Kota Padang Dorong Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota, Perkuat Peran Adat di Perkotaan

Rencana kepindahan tersebut kemudian ia sinkronkan dengan peta jalan akademisnya. Shasmecka memantapkan diri untuk mengincar University of North Carolina Charlotte (UNCC).

Namun, transisi pendidikannya tidaklah mudah. Sekembalinya ke Indonesia, Shasmecka mengaku sempat mengalami culture shock yang cukup hebat akibat perbedaan sistem pembelajaran yang dianggapnya lebih intens dan menuntut ketahanan mental tinggi.

Untuk beradaptasi, ia memacu diri dengan disiplin yang ketat. Selama di SMAN 1 Solok, fokus utamanya tertuju pada mata pelajaran yang linear dengan impian kariernya di dunia medis dan laboratorium, yakni kimia, biologi, matematika lanjut, dan sosiologi.

Kemampuan berbahasa Inggris yang sudah dikuasai sejak lama menjadi modal besar baginya.

Kendati demikian, ia tetap menaruh perhatian penuh pada penguasaan materi akademik agar standarnya tetap terjaga di atas angka 80.

Baca juga: PSBS Biak Resmi Degradasi dari Super League, Siapa Susul Badai Pasifik 2 Slot Lagi?

Proses pendaftaran ke luar negeri bukanlah perjalanan yang mulus tanpa hambatan. Shasmecka mengungkapkan, tantangan terberat justru terletak pada birokrasi dokumen yang cukup rumit.

"Semua hal termasuk rapor harus di translate-kan dan kadang sekolah tidak menyediakan pelayanan tersebut. Jadi saya sendiri terpaksa mencari orang yang bisa membantu mentranslate transcrip saya secara resmi," ungkapnya.

Selain itu, ia harus berhadapan dengan kendala administratif terkait surat rekomendasi. Setiap siswa wajib menyertakan surat rekomendasi dari guru bimbingan konseling (BK) dan guru mata pelajaran dalam bahasa Inggris.

Demi kelancaran proses tersebut, Shasmecka harus menjalin komunikasi intensif dengan para gurunya. 

Ia mengaku sangat berutang budi kepada Ibu Yatri dan Ibu Febrinar Iswanti atas dukungan dan waktu yang diberikan dalam membantu menyiapkan surat rekomendasi tersebut.

Baca juga: Update Peringatan Dini Cuaca Sumatera Barat, Hujan Lebat Berpotensi Meluas Hingga Malam

Prestasi ini diraih Shasmecka secara mandiri dengan dukungan penuh dari ayahnya yang saat ini telah menetap di Amerika Serikat. 

Ia membuktikan bahwa meski berasal dari daerah, akses informasi dan tekad yang kuat mampu menembus standar pendidikan global.

Dalam perencanaan akademisnya, Shasmecka memilih strategi yang cukup taktis. Ia akan menempuh pendidikan di Central Piedmont Community College terlebih dahulu untuk mengumpulkan kredit semester.

"Saya akan mengambil kredit satu semester di sana yang nantinya bisa ditransfer ke UNCC. Untuk semester awal ini, saya akan menjalaninya secara daring," jelasnya.

Menariknya, Shasmecka baru saja menyelesaikan orientasi daring sepekan lalu. Ia dijadwalkan akan memulai perkuliahan di community college mulai Agustus mendatang, sebelum akhirnya bertolak ke Amerika Serikat pada Oktober 2026.

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sejawatnya di SMAN 1 Solok. Shasmecka pun tak segan membagikan kunci keberhasilannya dalam menembus kampus luar negeri.

Baca juga: Transformasi Pendidikan di Solok Selatan: Deep Learning hingga Beasiswa Guru Jadi Fokus Utama

Menurutnya, siswa harus mulai melakukan riset mandiri sejak dini mengenai prosedur perubahan transkrip nilai ke bahasa Inggris.

Selain itu, persiapan tes kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, atau Duolingo English Test wajib dilakukan jauh-jauh hari melalui banyak latihan.

Ia juga menekankan pentingnya memahami jenis visa yang diperlukan, yakni visa kategori F-1, M-1, atau J-1 sebagai syarat mutlak bagi pelajar internasional di Amerika Serikat.

"Jalur community college adalah alternatif yang sangat disarankan karena bisa menjadi jembatan menuju universitas besar melalui sistem transfer kredit," pungkasnya.

Prestasi Shasmecka menjadi bukti nyata bahwa dengan persiapan matang, ketekunan, dan dukungan keluarga, siswa dari daerah pun memiliki peluang yang setara untuk bersaing di panggung pendidikan internasional. (*)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.