PSBS Biak Resmi Degradasi dari Super League, Siapa Susul Badai Pasifik 2 Slot Lagi?
Rahmadi May 02, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM - Langkah PSBS Biak di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia resmi terhenti di pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.

Kekalahan telak saat bertamu ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (2/5/2026), menjadi titik akhir perjuangan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.

Kepastian PSBS Biak turun kasta ke Championship musim depan menyusul hasil akhir laga yang berkesudahan dengan skor 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Tim asuhan Marian Mihail ini tak berdaya menghadapi gempuran tak henti dari skuad Bajul Ijo sepanjang babak kedua.

Memasuki jalannya pertandingan, PSBS Biak sebenarnya sempat memberikan perlawanan alot pada paruh pertama.

Baca juga: Husnal Petra Nahkodai PWI Sijunjung periode 2026-2029, Widya Navies: Jaga Marwah dan Organisasi

Nelson Alom dan kawan-kawan disiplin menjaga area pertahanan yang membuat pemain Persebaya kesulitan mencari celah. Namun, benteng pertahanan mereka akhirnya runtuh setelah turun minum.

Pesta gol Persebaya dimulai melalui aksi Milos Raickovic yang mencetak dua gol cepat pada menit ke-54 dan 59. Tertinggal dua gol, mental pemain Badai Pasifik tampak menurun.

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Francisco Rivera yang menambah keunggulan lewat gol pada menit ke-76 dan ditutup dengan gol pamungkas pada menit ke-82.

PSBS Biak memang dipastikan menjadi tim pertama yang turun kasta setelah dihajar Persebaya Surabaya 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Dengan poin yang hanya tertahan di angka 18 sementara kompetisi tinggal menyisakan 3-4 laga, 'Badai Pasifik' sudah tidak mungkin mengejar posisi aman.

Baca juga: Menpar Dituding Pakai Sepatu di Masjid Raya Sumbar, Pemprov: Itu Hanya Kaos Kaki

Kekalahan ini memperpanjang tren buruk PSBS Biak yang melewati 14 pertandingan tanpa satu pun kemenangan.

Secara matematis, raihan poin maksimal mereka hanya mampu menyentuh angka 27 poin jika menyapu bersih tiga laga sisa melawan Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC.

Jumlah tersebut mustahil mengejar Madura United di peringkat ke-15 yang kini sudah mengantongi 29 poin.

Kini, perhatian tertuju pada dua slot degradasi tersisa yang masih dihuni tim-tim lainnya. Salah satu yang paling terancam adalah Semen Padang FC yang tertahan di posisi 17 dengan 20 poin.

Kondisi Kabau Sirah saat ini sangat kritis dan berada di ujung tanduk setelah kalah dari Madura United beberapa waktu lalu.

Baca juga: Petugas Gagalkan Peredaran 2 Kg Sabu di BIM, Satu Penumpang Ditangkap dan Satu Kabur

Jika pada laga Minggu (3/5/2026) besok mereka kembali kalah melawan Dewa United, maka Semen Padang FC kemungkinan besar akan segera menyusul PSBS Biak.

Persaingan di zona merah juga melibatkan Persis Solo yang kini menempati peringkat 16 dengan 27 poin. Laskar Sambernyawa terperosok ke zona berbahaya usai dihajar Persija Jakarta empat gol tanpa balas.

Persis wajib menyapu bersih sisa laga sambil berharap Madura United yang berada di posisi 15 (29 poin) atau PSM Makassar di posisi 14 (31 poin) terpeleset di sisa musim.

Madura United sendiri baru saja mendapat napas segar usai keluar dari zona merah, namun posisi mereka belum sepenuhnya aman dari kejaran Persis Solo.

Kekalahan di Surabaya ini memperpanjang tren buruk PSBS Biak yang melewati 14 pertandingan tanpa satu pun kemenangan.

Meski mereka masih memiliki jadwal kontra Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC, poin maksimal mereka hanya akan mentok di angka 27. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.