Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bandung memang tidak pernah diam soal urusan kuliner. Kali ini, Kota Kembang itu menunjukkan taringnya melalui menjamurnya kedai bakmie dengan berbagai konsep unik.
Campuran tepung terigu berbahan gandum dan telur ini menghasilkan mi dengan tekstur kenyal memang menggugah selera.
Menyantap hidangan berkuah memang menggoda.
suasana Bandung yang dingin dan sedang musim hujan.
Apalagi air kaldunya yang menyengat hidung membuat tak sabar ingin mencicipinya.
Adalah Bakmie 96, sebuah kedai bakmi yang kini tengah naik daun.
Baca juga: Bakmie Curry Mee Hao: Pelopor Bakmie Kari Halal Bernuansa Vintage Hongkong 90-an di Bandung
Nama "96" sendiri diambil dari tahun kelahiran ketiga pemiliknya Nugi Fakhri, Hakeem Kiko, Riefki Widiyanto yang mencoba peruntungan di dunia kuliner sejak 2022 lalu.
Bakmie 96 bisa ditemukan di Kawasan Taman Cibeunying, Kota Bandung di antara ruko berderet.
Bella Fiorenzya, tim dari Bakmie 96, mengatakan, pemilihan lokasi didasari oleh suasana yang masih asri dan tenang.
Tak heran, di kawasan ini pohon besar masih berdiri kokoh. Dahannya yang bercabang membuat teduh tempat ini.
"Dulu di sini masih sepi, tempatnya enak buat nongkrong dan sejuk. Ternyata strategis juga karena banyak anak sekolah yang mampir, terutama saat sore hari," ujar Bella saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Sabtu (2/5/2026).
Dikatakan Bella, Bakmie 96 menawarkan tiga menu utama, yakni Bakmie Polos, Bakmie Spesial, dan Bakmie Komplit.
Pelanggan bebas memilih jenis mi yang diinginkan, apakah mi kecil yang tipis atau mi karet yang lebih tebal dan kenyal.
"Kalau anak muda biasanya lebih suka bakmie polos atau komplit dengan mie kecil karena lebih familiar. Tapi kalau rombongan keluarga, biasanya pesan yang spesial karena isiannya sudah lengkap," tutur Bella.
Bella mengatakan, kedai makan yang berdiri sejak 22 Juni 2022 resep bumbunya diracik sendiri.
Soal harga? untuk satu porsi bakmi merogoh kocek mulai dari Rp25.000 untuk bakmi dan Rp15.000 untuk kondimen lain.
Bakmie 96 tidak hanya menjual rasa. Mereka mengandalkan kedekatan emosional dengan pelanggan.
Satu hal yang unik, Bakmie 96 memiliki program "Kartu Keluarga".
"Ini adalah kartu loyalitas di mana pelanggan bisa mengumpulkan 10 cap untuk ditukarkan dengan voucer makan gratis," kata dia.
Kendati demikian, Bella menjelaskan gak hanya sekadar strategi pemasaran, kedai ini mengedepankan kedekatan emosional dengan para pembeli.
Para staf tak segan mengajak pelanggan mengobrol, menanyakan umpan balik secara langsung, hingga bertukar akun Instagram.
"Kami sering tanya ke customer, misalnya bakso gorengnya kurang kering atau rasanya kurang manis? Kami langsung improve saat itu juga. Kami ingin mereka merasa seperti keluarga," jelasnya.
Baca juga: Tiga Rekomendasi Bakmie yang Ngehits di Bandung, Dijamin Halal, Tempatnya Nyaman dan Estetik
Tak hanya kenyang, pelanggan juga diajak untuk hidup sehat melalui berbagai kegiatan olahraga bareng.
"Setiap Senin dan Selasa, kami mengadakan jadwal badminton. Hari Jumat digunakan untuk tenis, dan rencananya akan ada agenda mini soccer serta basket," ucap Bella.
Dia menilai, hal tersebut disambut baik oleh pelanggan. Terlebih, menurutnya, komunitas olahraga jarang dilakukan di industri F&B.
"Animo anak sekolah dan mahasiswa cukup tinggi. Mereka tertarik karena jarang ada tempat makan yang punya komunitas olahraga seperti ini. Jadi di sini enggak cuma makan, tapi ada experience dan komunitasnya," kaTa Bella.
Kesuksesan di cabang pertama membawa mereka merambah ke daerah Sukajadi, tepatnya di dekat Paris Van Java (PVJ) .
Bagi Anda yang sedang berada di Bandung dan mencari kehangatan di tengah cuaca dingin, Bakmie 96 buka mulai pukul 13.00 WIB, sementara cabang Sukajadi di Jalan Karang Tengah, Kota Bandung buka lebih awal mulai pukul 12.00 WIB. (